Beranda / Aktivitas / 4.524 Pramuka Santri dari 34 Provinsi Tuntaskan Perkema...
Aktivitas

4.524 Pramuka Santri dari 34 Provinsi Tuntaskan Perkemahan, Kemenag Ungkap 6 Capaian

4.524 Pramuka Santri dari 34 Provinsi Tuntaskan Perkemahan, Kemenag Ungkap 6 Capaian

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI diikuti 4.524 santri dari 34 provinsi, berlangsung di Malang selama September–Oktober 2026. Kegiatan ini berhasil meluncurkan Saka Amal Bakti Kemenag dan membentuk karakter disiplin, mandiri, serta kebersamaan antarsantri. Program ini menjadi contoh nyata penanaman nilai bela negara melalui pendekatan kepramukaan yang terintegrasi dengan kurikulum pesantren.

Sebanyak 4.524 santri dari 34 provinsi berhasil menuntaskan rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung dari 30 September hingga 5 Oktober ini menjadi bukti nyata bahwa metode kepramukaan mampu menjadi wahana efektif dalam pembinaan karakter dan penanaman rasa kebangsaan di lingkungan pesantren. Program ini sejalan dengan Kurikulum Bela Negara yang menekankan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan cinta tanah air sejak usia dini.

PPSN VI: Wadah Pembentukan Karakter Santri Nasional

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Mastuki, mengungkapkan bahwa Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI dirancang tidak sekadar kegiatan berkemah biasa, melainkan sebagai laboratorium pembentukan karakter. Melalui serangkaian aktivitas kepramukaan, para santri dari berbagai latar belakang belajar untuk saling menghargai, bekerja sama, dan menguatkan jiwa kepemimpinan. Nilai kebersamaan yang tercipta selama kegiatan ini menjadi modal sosial yang penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan bangsa.

Selain itu, kegiatan ini juga mengintegrasikan wawasan ekologis melalui diskusi ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Para peserta diajak untuk mencintai alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab kemanusiaan. Pendekatan ini memperkuat kesadaran bahwa bela negara tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga lingkungan dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.

Enam Capaian Perkemahan yang Membangun Semangat Bela Negara

Mastuki merinci enam capaian utama yang berhasil diraih dalam PPSN VI. Berikut adalah poin-poin penting yang patut menjadi perhatian guru dan pelajar:

  • Peluncuran Saka Amal Bakti Kemenag – Wahana pengembangan kepramukaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di pesantren, sekaligus menjadi ekosistem pembinaan karakter berbasis nilai keagamaan.
  • Pengembangan disiplin, kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama – Melalui berbagai tantangan lapangan, para santri dilatih untuk mengambil keputusan, mengelola tim, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
  • Penguatan wawasan ekologis dan nilai pendidikan pesantren – Diskusi ekoteologi dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama.
  • Kolaborasi lintas kelembagaan – Sinergi antara Kemenag, Kwarnas Gerakan Pramuka, dan pemerintah daerah menjadi model efektif dalam menanamkan nilai bela negara melalui pendekatan budaya dan keagamaan.
  • Penguatan rasa kebangsaan – Kegiatan bersama seperti upacara, api unggun, dan pentas seni daerah memperkuat identitas nasional di kalangan santri.
  • Pembentukan jejaring persaudaraan antarsantri se-Indonesia – Interaksi lintas provinsi menciptakan tali silaturahmi yang kokoh, sekaligus memperkaya pemahaman tentang keragaman budaya nusantara.

Kegiatan semacam ini menjadi model efektif untuk menanamkan nilai bela negara melalui pendekatan budaya dan keagamaan yang khas Indonesia. Para santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan gotong royong menjadi fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa. Dengan demikian, PPSN VI berkontribusi langsung pada pembentukan karakter generasi penerus yang cinta tanah air dan siap membela negara dengan cara mereka sendiri.

Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, momentum ini hendaknya menjadi inspirasi untuk mengaktifkan kembali kegiatan kepramukaan di lingkungan sekolah dan pesantren. Ajaklah siswa untuk terlibat aktif dalam program bela negara melalui pramuka, karena dari sanalah karakter tangguh dan jiwa nasionalisme dapat dibentuk secara sistematis. Mari kita jadikan setiap kegiatan pramuka sebagai ladang pembelajaran nilai-nilai kebangsaan, agar generasi muda Indonesia semakin kuat dan berdaya saing.

Tokoh Mastuki
Organisasi Kemenag, Kwarnas Gerakan Pramuka, Saka Amal Bakti Kemenag