Beranda / Guru & Pelajar / 700 Pelajar di Surabaya Ikuti Gelar Wawasan Kebangsaan...
Guru & Pelajar

700 Pelajar di Surabaya Ikuti Gelar Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme

700 Pelajar di Surabaya Ikuti Gelar Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme

Sebanyak 700 pelajar di Surabaya mengikuti Gelar Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme yang merupakan bagian dari program pendidikan bela negara. Melalui tiga sesi pembelajaran—pemaparan Pancasila, diskusi interaktif, dan simulasi pengambilan keputusan—pelajar dibekali kemampuan mengidentifikasi radikalisme dan menyebarkan narasi kebangsaan moderat. Program ini memberikan manfaat berupa peningkatan rasa bangga sebagai warga negara dan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi menyesatkan.

Sebanyak 700 pelajar SMA dari 20 sekolah di Kota Surabaya mengikuti kegiatan bertajuk 'Gelar Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme' yang digelar di Gedung Balai Pemuda pada Senin, 24 Agustus 2026. Acara ini merupakan bagian dari program pendidikan bela negara yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi kebangsaan di kalangan generasi muda, sekaligus membekali pelajar dengan pemahaman mendalam tentang ancaman radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa. Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, para pelajar diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.

Membangun Ketahanan Ideologi Melalui Tiga Sesi Pembelajaran

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini terbagi menjadi tiga sesi utama yang saling terkait. Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara. Para narasumber dari akademisi dan praktisi keamanan memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah, nilai-nilai luhur, serta relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Sesi kedua merupakan diskusi interaktif yang berfokus pada strategi menangkal radikalisme. Peserta diajak untuk mengidentifikasi ciri-ciri paham radikal, baik yang muncul secara langsung maupun melalui propaganda digital. Sesi ketiga adalah simulasi pengambilan keputusan dalam situasi dilematis kebangsaan. Dalam simulasi ini, pelajar dihadapkan pada skenario nyata yang menguji kemampuan mereka dalam mempertahankan sikap moderat dan kebhinekaan. Berikut adalah rincian tahapan pembelajaran yang diterapkan:

  • Pemaparan Materi Pancasila dan UUD 1945: Memperkuat pemahaman dasar tentang ideologi negara dan konstitusi.
  • Diskusi Interaktif Bahaya Radikalisme: Melatih kemampuan analitis dalam mengenali narasi ekstrem dan cara menangkalnya.
  • Simulasi Pengambilan Keputusan: Mengasah keberanian dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan pendapat serta ancaman terhadap persatuan.

Manfaat Nyata bagi Pelajar: dari Identifikasi Bahaya hingga Aksi Sosial

Tujuan utama dari program wawasan kebangsaan ini adalah agar pelajar mampu mengidentifikasi ciri-ciri radikalisme serta memiliki kemampuan untuk menyebarkan narasi kebangsaan yang moderat. Melalui metode pembelajaran yang partisipatif, para peserta tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga aktif berdiskusi dan berlatih mengambil sikap. Manfaat yang diperoleh siswa sangat konkret dan relevan dengan kebutuhan zaman. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dirasakan oleh peserta:

  • Peningkatan rasa bangga sebagai warga negara: Pelajar semakin memahami hak dan kewajiban mereka dalam menjaga keutuhan NKRI.
  • Kemampuan berpikir kritis terhadap informasi menyesatkan: Dengan literasi digital yang baik, siswa dapat memilah berita dan menolak propaganda radikal.
  • Motivasi untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan: Peserta didorong menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai toleransi dan cinta tanah air.

Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, kegiatan seperti ini merupakan contoh nyata implementasi kurikulum bela negara. Mari bersama-sama menguatkan wawasan kebangsaan di lingkungan sekolah, rumah, dan media sosial. Dengan membekali generasi muda pemahaman yang benar tentang radikalisme dan cara menangkalnya, kita turut menjaga persatuan bangsa. Jadilah pelajar berkarakter Pancasila yang siap menyebarkan kebaikan, karena masa depan Indonesia ada di tangan para generasi muda di Surabaya dan seluruh Nusantara.

Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Dinas Pendidikan