Beranda / Pendidikan / Belajar Jadi Patriot Sejak Dini, Puluhan Siswa RA Masyi...
Pendidikan

Belajar Jadi Patriot Sejak Dini, Puluhan Siswa RA Masyithoh Serbu Kodim Temanggung

Belajar Jadi Patriot Sejak Dini, Puluhan Siswa RA Masyithoh Serbu Kodim Temanggung

Kunjungan edukatif siswa RA Masyithoh ke Kodim Temanggung menunjukkan bagaimana nilai patriotisme dan bela negara dapat ditanamkan sejak dini melalui metode belajar sambil bermain yang interaktif. Kegiatan ini melatih disiplin, kepercayaan diri, dan mengenalkan peran TNI secara humanis sebagai bagian dari kurikulum karakter. Kolaborasi antara sekolah dan instansi pertahanan ini menjadi model investasi strategis dalam membangun generasi muda yang mencintai tanah air.

Pendidikan bela negara tidak hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membekas dalam memori dan karakter anak. Inilah yang diwujudkan oleh RA Masyithoh Al Iman Tlogorejo, Temanggung, melalui kunjungan edukatif ke Makodim 0706/Temanggung. Sebanyak 50 siswa dari jenjang TK A dan TK B diajak memahami peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menyerap nilai-nilai kebangsaan dalam sebuah kunjungan yang dirancang khusus sebagai pembelajaran kontekstual. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dini tentang cinta tanah air dapat disampaikan dengan metode yang sesuai usia, interaktif, dan penuh makna, membangun fondasi karakter patriotik sejak usia prasekolah.

Metode Belajar Sambil Bermain: Mengasah Disiplin dan Kepercayaan Diri

Kunjungan ke Kodim 0706/Temanggung dirancang dengan pendekatan yang ramah dan menarik bagi anak-anak. Para personel Kowad dan staf Kodim dengan sabar menjelaskan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan negara menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Penjelasan ini tidak berhenti sebagai teori semata. Siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan dasar-dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam bentuk yang sederhana dan menyenangkan. Latihan ini bukan sekadar permainan, melainkan sebuah metode pembelajaran yang sistematis dengan tujuan ganda:

  • Melatih kedisiplinan awal dan kemampuan mengikuti instruksi.
  • Mengembangkan koordinasi motorik halus dan kasar.
  • Membangun rasa percaya diri dan keberanian di hadapan umum.

Puncak antusiasme peserta terjadi saat mereka diberi kesempatan menaiki kendaraan dinas TNI dan berkeliling kota. Momen ini menciptakan pengalaman tak terlupakan yang mengaitkan citra TNI bukan sebagai sosok yang jauh dan menakutkan, melainkan sebagai pelindung yang dekat, akrab, dan menyenangkan.

Membangun Cita-Cita dan Humanisasi TNI Sebagai Bagian Kurikulum Karakter

Kepala RA Masyithoh, Mufidatun Ni'mah, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam kerangka pendidikan karakter yang lebih luas. Kunjungan ini bertujuan untuk menumbuhkan cita-cita besar di benak anak-anak sekaligus memperkenalkan TNI secara humanis. Sementara itu, Komandan Kodim Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, menyatakan bahwa pintu Kodim selalu terbuka untuk kegiatan edukasi sebagai bagian dari komunikasi sosial dan program bela negara non-militer. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan instansi pertahanan ini menunjukkan bahwa pendidikan patriotisme adalah tanggung jawab bersama. Melalui interaksi langsung, nilai-nilai inti bela negara seperti disiplin, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan mulai ditanamkan. Ini merupakan investasi karakter yang strategis bagi generasi masa depan bangsa.

Program seperti ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong project-based learning dan pembelajaran di luar kelas. Guru dapat mengintegrasikan pengalaman lapangan ini ke dalam tema pembelajaran tentang profesi, negara, atau keragaman budaya. Kegiatan di Temanggung ini memberikan model konkret bagaimana menciptakan 'Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila' dengan dimensi Berkebinekaan Global dan Bernalar Kritis, sekaligus menguatkan profil Gotong Royong.

Untuk itu, kami mengajak seluruh pendidik, khususnya guru di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK, untuk aktif merancang dan berpartisipasi dalam program-program serupa yang menggandeng instansi pemerintah terkait. Mulailah dengan mengenalkan konsep bela negara yang sederhana: mencintai lingkungan sekolah, menghormati simbol negara, dan mengenal para penjaga kedaulatan bangsa. Bagi para pelajar, semangat kepahlawanan dapat dimulai dari hal kecil, seperti disiplin dalam belajar, berani bertanggung jawab, dan selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sejarah dan kemajuan bangsa Indonesia.