Sebagai bagian dari strategi pendidikan bela negara yang sistematis, Badan Nasional Penggerak Pramuka menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kemampuan Instruktur dan Pamong Saka Bhayangkara Tingkat Nasional di Jakarta, pada 19–21 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekstrakurikuler wajib Pramuka sebagai wahana pembentukan karakter dan jiwa bela negara. Dengan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia, Bimtek ini bertujuan mempersiapkan para pendidik (pamong) dan pelatih (instruktur) menjadi ujung tombak yang kompeten dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan integritas kepada generasi muda.
Pentingnya Saka Bhayangkara dalam Kerangka Kurikulum Bela Negara
Dalam konteks Kurikulum Bela Negara, Satuan Karya (Saka Bhayangkara) memiliki peran yang sangat strategis. Sebagai satuan karya khusus di bawah naungan Polri, Saka ini tidak hanya mengajarkan keterampilan kepramukaan, tetapi secara khusus membentuk karakter pelajar yang menjunjung tinggi hukum, ketertiban, dan tanggung jawab sosial. Dr. Rahmansyah, M.Si., Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pamong dan instruktur merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan role model di masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkualitas bagi para pembina ini menjadi kunci efektivitas transfer nilai-nilai bela negara melalui gerakan Pramuka.
Membangun Kompetensi Pembina Profesional Melalui Bimtek
Bimtek tingkat nasional ini dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur, selaras dengan visi pendidikan karakter bangsa. Tujuannya adalah membekali para pamong dan instruktur Saka Bhayangkara dengan kompetensi inti sebagai berikut:
- Kemampuan Membina: Meningkatkan keterampilan dalam membina generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
- Menjadi Teladan: Memperkuat kapasitas sebagai role model yang menginspirasi di sekolah dan lingkungan masyarakat.
- Strategi Adaptif: Menguasai metode pembinaan kepramukaan yang relevan dengan tantangan di era modern dan karakter generasi Z.
- Pemahaman Nilai: Memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai inti Saka Bhayangkara sebagai bagian dari pendidikan karakter dan bela negara.
Secara praktis, materi Bimtek mencakup berbagi pengalaman, wawasan strategis, dan inovasi dalam pembinaan. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terlibat dalam forum pertukaran praktik baik (best practices) dari berbagai daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wahana silaturahmi untuk menyamakan persepsi dan membangun jaringan solidaritas antar pembina Saka Bhayangkara se-Indonesia.
Manfaat langsung dari program ini adalah terciptanya kader pamong dan instruktur yang lebih profesional, inspiratif, dan siap menghadapi dinamika pembinaan. Ketika para pembina makin kompeten, proses internalisasi nilai-nilai bela negara—seperti cinta tanah air, kepatuhan pada hukum, dan kesiapsiagaan—kepada para anggota Pramuka muda akan berjalan lebih efektif dan berdampak luas.
Bagi para Guru dan Pelajar, keikutsertaan aktif dalam Satuan Karya seperti Saka Bhayangkara adalah bentuk partisipasi nyata dalam program bela negara. Guru dapat mendorong dan membimbing siswa untuk terlibat, sementara pelajar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan membangun jiwa sosial yang bertanggung jawab. Mari kita dukung dan optimalkan peran Pramuka dan satuan karyanya sebagai laboratorium praktik nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kita.