Disdik Jabar Integrasikan Nilai Bela Negara dalam Mata Pelajaran Sejarah dan PPKn
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menerbitkan pedoman integrasi nilai-nilai bela negara ke dalam mata pelajaran Sejarah dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk jenjang SMA/SMK. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur tentang Penguatan Pendidikan Karakter Kebangsaan di Sekolah. Materi integrasi dirancang tidak sebagai tambahan jam pelajaran, tetapi sebagai pendekatan kontekstual dalam analisis peristiwa sejarah dan studi kasus kewarganegaraan.
Secara sistematis, guru Sejarah akan menyisipkan analisis tentang semangat juang, strategi pertahanan, dan diplomasi dalam peristiwa-peristiwa penting seperti Sumpah Pemuda, Proklamasi, dan Pertempuran Surabaya. Sementara pada PPKn, fokusnya adalah pada penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem pertahanan ideologi, serta eksplorasi kewajiban warga negara dalam UUD 1945 Pasal 30 mengenai pertahanan dan keamanan negara. Guru dibekali dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang memandu siswa melakukan diskusi dan presentasi.
Manfaat bagi pelajar adalah pembelajaran yang lebih relevan dan aplikatif. Mereka tidak hanya menghafal fakta sejarah atau teori kewarganegaraan, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai ketahanan nasional dari setiap materi. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa membela negara dapat dimulai dari hal sederhana seperti menghargai jasa pahlawan, memahami keberagaman, dan mematuhi norma hukum. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian proyek, seperti membuat esai atau video dokumenter tentang pahlawan lokal atau potensi ancaman di lingkungan mereka.