Beranda / Pendidikan / FPG MPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila-Karakt...
Pendidikan

FPG MPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila-Karakter di Era Digital

FPG MPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila-Karakter di Era Digital

Diskusi FPG MPR RI menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus bertransformasi dari hafalan ke keteladanan nyata, terutama di era digital. Guru dan pelajar didorong untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi karakter bangsa. Penguatan sistem pendidikan nasional berbasis Pancasila menjadi kunci untuk membangun generasi yang siap bela negara.

Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI baru-baru ini menggelar diskusi publik bertajuk 'Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional' di Tangerang Selatan. Diskusi ini menyoroti urgensi transformasi Pendidikan Pancasila dari sekadar hafalan di ruang kelas menjadi pengamalan nyata melalui keteladanan para pendidik. Sekretaris FPG MPR RI, Ferdiansyah, menegaskan bahwa konsistensi antara nilai yang diajarkan dan praktik sehari-hari menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter bangsa. Seorang guru tidak akan mampu menanamkan nilai persatuan jika dalam kesehariannya tidak mencerminkan semangat musyawarah dan kedamaian.

Menggeser Paradigma: Dari Teori Menuju Keteladanan

Pendidikan karakter tidak bisa lagi bertumpu pada ceramah dan buku teks. Ferdiansyah mendorong agar pendekatan pembelajaran bergeser ke arah keteladanan konkret. Guru dan dosen harus menjadi role model dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan. Di era digital, tantangan semakin kompleks karena arus informasi cepat dan beragam. Tanpa keteladanan yang kuat, peserta didik bisa kehilangan arah. Berikut beberapa langkah yang perlu diimplementasikan dalam sistem pendidikan nasional:

  • Menjadikan setiap pendidik sebagai teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari
  • Mengintegrasikan nilai Pancasila dalam setiap mata pelajaran, bukan hanya PPKn
  • Menyediakan ruang diskusi dan praktik langsung seperti simulasi musyawarah
  • Memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan konten edukatif berbasis Pancasila

Dengan langkah-langkah ini, Pendidikan Pancasila tidak lagi menjadi materi hafalan, melainkan pengalaman hidup yang membentuk karakter bangsa. Keteladanan guru menjadi kunci utama dalam membangun generasi yang cinta tanah air dan siap bela negara.

Pancasila Sebagai Payung Disiplin Ilmu di Era Digital

Guru Besar PPKn Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Nadiroh, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pilar utama dan payung bagi seluruh disiplin ilmu dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan wajib dipertahankan dan diperkuat dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Di era digital, pemahaman Pancasila tidak boleh sekadar tekstual, tetapi harus kontekstual agar relevan dengan dinamika kehidupan generasi muda. Prof. Nadiroh menekankan bahwa generasi muda perlu merasakan dan mengamalkan Pancasila dalam menghadapi isu-isu seperti hoaks, radikalisme, dan disinformasi.

Oleh karena itu, penguatan Pendidikan Pancasila di era digital menjadi prioritas. Guru dan pelajar diajak untuk bersama-sama menginternalisasi nilai-nilai luhur bangsa dan menjadikannya kompas dalam berinteraksi di dunia maya. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi dihidupkan dalam setiap tindakan.

Untuk Negeri mengajak para guru dan pelajar di seluruh Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam program bela negara. Mulailah dari hal kecil: jadilah teladan dalam keseharian, kritis menyikapi informasi digital, dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Dengan begitu, kita turut memperkuat karakter bangsa dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian Pancasila.

Tokoh Ferdiansyah, Nadiroh
Organisasi Fraksi Partai Golkar, MPR RI, UNJ