Beranda / Bela Negara / Gelar Seminar Bela Negara, Ketua IARMI UPNVJ: Mahasiswa...
Bela Negara

Gelar Seminar Bela Negara, Ketua IARMI UPNVJ: Mahasiswa Penentu Arah Indonesia 30 Tahun Mendatang

Gelar Seminar Bela Negara, Ketua IARMI UPNVJ: Mahasiswa Penentu Arah Indonesia 30 Tahun Mendatang

Seminar Bela Negara yang digelar IARMI UPNVJ memperluas pemahaman tentang bela negara di era modern, menekankan kontribusi non-militer melalui prestasi, integritas, dan pengabdian masyarakat. Program ini menguatkan peran kampus dan Resimen Mahasiswa dalam mencetak generasi berkarakter kebangsaan yang siap menentukan masa depan Indonesia.

Sebagai implementasi nyata dari pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan, Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Komando Satuan Yon 6 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan Seminar Bela Negara. Program strategis ini difokuskan untuk memperkuat wawasan, kepemimpinan, dan komitmen mahasiswa, yang diakui peran krusialnya sebagai calon penentu arah Indonesia 30 tahun mendatang. Sebagai Kampus Bela Negara, UPNVJ bertekad membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, serta semangat pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara.

Mendefinisikan Ulang Konsep Bela Negara untuk Generasi Pelajar Modern

Seminar ini menghadirkan perspektif mendalam mengenai implementasi bela negara di era kontemporer. Dalam pemaparannya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Sekjen IARMI Nasional, Ahmad Riza Patria, menekankan bahwa konsep bela negara telah mengalami perluasan makna. Saat ini, bela negara tidak lagi terbatas pada ranah militer, melainkan dapat diwujudkan melalui kontribusi produktif setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh pelajar dan mahasiswa. Pendekatan ini selaras dengan tujuan pendidikan kurikulum bela negara, yaitu membangun kesadaran berbangsa yang utuh. Secara sistematis, kontribusi tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa ranah nyata:

  • Ranah Akademik dan Kedisiplinan: Menjalankan kewajiban utama sebagai pelajar, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh dan disiplin, merupakan bentuk tanggung jawab pertama dan dasar bagi kemajuan bangsa.
  • Ranah Karakter dan Hukum: Menjunjung tinggi integritas, kejujuran, serta kepatuhan terhadap norma dan peraturan di lingkungan kampus serta masyarakat.
  • Ranah Prestasi dan Inovasi: Berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui karya ilmiah, pengembangan teknologi, seni, olahraga, atau pencapaian prestasi di berbagai bidang lainnya.
  • Ranah Sosial dan Pembangunan: Terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, pembangunan desa, atau berbagai inisiatif sosial yang memberdayakan lingkungan sekitar.

Pemaparan ini memperjelas bahwa bela negara adalah sebuah kerangka tindakan yang luas, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum kehidupan setiap individu. Konsep ini menekankan bahwa membela negara dapat dimulai dari pengembangan diri, karya, dan sikap positif yang membangun.

Peran Strategis Perguruan Tinggi dan Resimen Mahasiswa dalam Pendidikan Karakter Kebangsaan

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, dalam seminar tersebut menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai pencetak calon pemimpin dan intelektual masa depan. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai bela negara harus menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter mahasiswa, terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan kampus. Tantangan di era globalisasi dan disrupsi teknologi menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dan bersaing secara global, tanpa kehilangan akar identitas nasional dan rasa cinta tanah air.

Dalam konteks ini, kehadiran Resimen Mahasiswa dan IARMI menjadi sangat penting. Mereka berfungsi sebagai wahana penguatan karakter dan laboratorium kepemimpinan. Seminar seperti ini adalah contoh konkret bagaimana pendidikan karakter kebangsaan dapat diinternalisasi di luar ruang kelas formal. Melalui diskusi, sharing pengalaman, dan pemaparan dari para praktisi, mahasiswa diajak untuk secara kritis memahami konteks kebangsaan dan menemukan peran aktif mereka. Program semacam ini mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan memajukan bangsa melalui kapasitas terbaik yang mereka miliki.

Sebagai penutup, seminar ini memberikan pelajaran penting bagi seluruh civitas akademika. Bagi guru dan dosen, ini adalah pengingat untuk terus mengintegrasikan semangat bela negara dalam materi pengajaran dan menjadi teladan karakter. Bagi pelajar dan mahasiswa, ini adalah ajakan untuk aktif mencari dan berpartisipasi dalam program-program penguatan karakter, baik melalui organisasi seperti Resimen Mahasiswa, unit kegiatan lain, atau sederetannya dalam prestasi akademik dan sosial. Membela negara dimulai dari komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berpengetahuan, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.