Beranda / Guru & Pelajar / Guru di 34 Provinsi Ikuti Pelatihan Pendidikan Karakter...
Guru & Pelajar

Guru di 34 Provinsi Ikuti Pelatihan Pendidikan Karakter Kebangsaan

Guru di 34 Provinsi Ikuti Pelatihan Pendidikan Karakter Kebangsaan

Program pelatihan pendidikan karakter kebangsaan bagi guru di 34 provinsi diluncurkan pada 28 September 2026 sebagai penguatan Kurikulum Merdeka berbasis bela negara. Sebanyak 1.700 guru mengikuti sesi luring dan daring selama seminggu, dibekali modul serta keterampilan mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam pembelajaran. Diharapkan pelatihan ini mencetak agen perubahan yang mampu menanamkan kesadaran bela negara kepada peserta didik di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 28 September 2026, Kementerian Pendidikan secara resmi meluncurkan program pelatihan intensif pendidikan karakter kebangsaan bagi guru di 34 provinsi. Pelatihan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat Kurikulum Merdeka yang berbasis bela negara. Selama satu minggu, para guru mengikuti sesi luring dan daring yang dirancang untuk membekali mereka sebagai fasilitator utama penanaman nilai-nilai kebangsaan di sekolah. Sebanyak 1.700 guru dari seluruh Indonesia berpartisipasi dengan antusias, menandakan tingginya semangat untuk mengintegrasikan pendidikan karakter kebangsaan ke dalam pembelajaran sehari-hari.

Menyiapkan Guru sebagai Garda Terdepan Bela Negara

Program pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan guru menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan kesadaran bela negara kepada peserta didik. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam sikap cinta tanah air. Melalui pelatihan ini, para guru mendapatkan pemahaman mendalam tentang konsep bela negara yang relevan dengan kehidupan modern, seperti semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial. Dalam pelatihan ini, ada tiga poin utama yang menjadi fokus:

  • Guru dilatih untuk menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mengangkat isu-isu kebangsaan, seperti menjaga kerukunan dan melawan hoaks.
  • Setiap peserta menerima modul lengkap dan video pembelajaran yang siap digunakan di kelas, sehingga memudahkan proses integrasi nilai bela negara.
  • Setelah pelatihan, guru diwajibkan mentransfer ilmu kepada rekan sejawat di daerah masing-masing, sehingga dampaknya meluas hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Integrasi Nilai Pancasila dalam Setiap Mata Pelajaran

Materi pelatihan dirancang agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam setiap mata pelajaran. Guru belajar cara menyusun rencana pembelajaran yang memuat unsur karakter kebangsaan, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Simulasi bela negara juga menjadi bagian penting, di mana guru mempraktikkan skenario nyata dalam menghadapi tantangan kebangsaan, seperti penyebaran hoaks atau radikalisme. Dengan demikian, pendidikan karakter kebangsaan menjadi pondasi yang kokoh bagi generasi muda.

Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari penguatan Kurikulum Merdeka yang berfokus pada profil pelajar Pancasila. Setiap guru yang telah mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang membangkitkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga negara. Ke depannya, pelatihan serupa akan terus diadakan untuk menjangkau lebih banyak guru, sehingga proses pembentukan karakter bangsa berjalan secara berkelanjutan.

Bagi para guru dan pelajar, pelatihan ini adalah momentum penting untuk bersama-sama menghidupkan semangat bela negara di lingkungan sekolah. Mari jadikan setiap pelajaran sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, membangun karakter tangguh, dan mewujudkan generasi yang cinta tanah air serta siap membela bangsa dan negara.

Organisasi Kementerian Pendidikan