Beranda / Guru & Pelajar / Guru di Surabaya Ikuti Pelatihan Penyusunan RPP Berbasi...
Guru & Pelajar

Guru di Surabaya Ikuti Pelatihan Penyusunan RPP Berbasis Nilai Kebangsaan

Guru di Surabaya Ikuti Pelatihan Penyusunan RPP Berbasis Nilai Kebangsaan

Pelatihan intensif penyusunan RPP berbasis nilai kebangsaan diikuti 150 guru Surabaya selama tiga hari. Melalui tahapan sistematis, guru dibekali kemampuan mengintegrasikan cinta tanah air ke semua mata pelajaran. Dampaknya, pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna bagi siswa.

Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Bela Negara di jenjang pendidikan dasar dan menengah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur menggelar pelatihan intensif penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis nilai kebangsaan. Sebanyak 150 guru dari berbagai jenjang mengikuti program ini selama tiga hari penuh. Tujuan utamanya adalah membekali para pendidik dengan keterampilan merancang pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menanamkan cinta tanah air dan karakter kebangsaan secara alami dalam setiap mata pelajaran. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menegaskan, "Guru adalah garda terdepan dalam bela negara. Melalui RPP yang terintegrasi dengan nilai kebangsaan, kita bisa menanamkan cinta tanah air secara alami dalam proses belajar mengajar." Pelatihan ini disambut antusias karena menjawab kebutuhan guru akan panduan konkret dan aplikatif.

Membangun RPP Berkarakter: Tahapan Pelatihan Guru di Surabaya

Materi pelatihan dirancang secara sistematis dan bertahap agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya di kelas. Berikut tahapan yang dilalui:

  • Hari Pertama: Pemahaman Nilai Inti Kebangsaan — Peserta mendalami nilai-nilai seperti persatuan, keadilan, dan gotong royong, serta mengkaji kaitannya dengan mata pelajaran masing-masing.
  • Hari Kedua: Identifikasi Entry Point — Guru berlatih menemukan momen dalam materi pelajaran yang secara natural dapat disisipi nilai kebangsaan tanpa terkesan dipaksakan.
  • Hari Ketiga: Praktik Menyusun RPP dan Simulasi Mengajar — Peserta menyusun RPP lengkap yang terintegrasi nilai kebangsaan, lalu melakukan simulasi mengajar untuk mendapatkan umpan balik dari fasilitator.

Pendekatan ini membuat guru sadar bahwa nilai kebangsaan bisa disisipkan di mata pelajaran apa pun, termasuk Matematika dan IPA, bukan hanya PPKn atau Sejarah. Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta yang mengaku matanya terbuka setelah mengikuti pelatihan.

Integrasi Nilai Kebangsaan: Membuat Pembelajaran Lebih Bermakna

Keterampilan yang diperoleh guru dari pelatihan ini sangat berharga. Guru dapat menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan diskusi kelas tentang isu nasional dengan bijak. Akibatnya, pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna. Siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga memahami konteks kehidupan berbangsa. Pelajaran Matematika, IPA, atau Bahasa tidak lagi terasa terpisah dari realitas kebangsaan. Program ini merupakan salah satu bentuk bela negara di garis depan pendidikan. Dengan guru yang berkualitas dan RPP yang terintegrasi nilai kebangsaan, diharapkan lahir generasi yang mencintai Indonesia, memiliki karakter kuat, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Bagi para guru, pelatihan ini memberikan panduan konkret untuk menjadikan setiap mata pelajaran sebagai wahana bela negara. Bagi siswa, mereka akan mengalami proses belajar yang kontekstual dan membangkitkan rasa bangga sebagai warga negara. Mari kita dukung terus program-program serupa, agar nilai-nilai kebangsaan semakin mengakar dalam setiap kegiatan belajar-mengajar. Guru, jadikan setiap pertemuan di kelas sebagai momentum menanam cinta tanah air. Pelajar, resapi setiap pelajaran sebagai bekal membangun negeri. Bersama kita kuatkan bela negara dari ruang kelas!

Organisasi Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur