Beranda / Guru & Pelajar / Guru Diminta Jadi Role Model Bela Negara di Sekolah
Guru & Pelajar

Guru Diminta Jadi Role Model Bela Negara di Sekolah

Guru Diminta Jadi Role Model Bela Negara di Sekolah

Kementerian Pendidikan mengimbau guru untuk menjadi role model bela negara di sekolah. Melalui pelatihan penguatan kompetensi, guru diajarkan mengintegrasikan wawasan kebangsaan ke dalam RPP, metode interaktif, dan evaluasi karakter. Program ini juga membuka beasiswa studi lanjut bagi guru di bidang pendidikan pertahanan, sehingga mereka dapat mencetak generasi cinta tanah air.

Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan baru-baru ini mengimbau para guru untuk menjadi role model bela negara di lingkungan sekolah. Imbauan ini disampaikan dalam acara 'Penguatan Kompetensi Guru dalam Pendidikan Bela Negara' yang berlangsung di Jakarta pada 18 September 2026. Program ini menegaskan bahwa guru adalah ujung tombak penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada siswa. Oleh karena itu, setiap guru diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, cinta tanah air, dan toleransi dalam keseharian mereka.

Peran Guru sebagai Role Model Bela Negara

Menjadi role model bela negara bukan sekadar tugas mengajar, melainkan juga tanggung jawab moral untuk membentuk karakter generasi muda. Dalam pelatihan tersebut, para guru diberikan pemahaman tentang pentingnya mengintegrasikan wawasan kebangsaan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut adalah beberapa poin utama yang ditekankan dalam pelatihan:

  • Mengintegrasikan nilai-nilai bela negara seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan rela berkorban ke dalam setiap mata pelajaran.
  • Menggunakan metode pembelajaran interaktif seperti simulasi, diskusi kelompok, dan studi kasus untuk menumbuhkan kesadaran bela negara pada siswa.
  • Melakukan evaluasi karakter siswa secara berkala melalui observasi dan portofolio, bukan hanya melalui tes tertulis.

Peluang Pengembangan Kompetensi Guru

Program ini juga membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti studi lanjut di bidang pendidikan pertahanan melalui beasiswa dari Kementerian Pertahanan. Salah satu narasumber, dosen dari Universitas Pertahanan, menyatakan bahwa guru yang memiliki jiwa bela negara akan mampu mencetak generasi yang cinta tanah air. Dengan beasiswa ini, para pendidik dapat memperdalam pemahaman tentang strategi bela negara dan metodologi pengajarannya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat kurikulum kebangsaan di sekolah-sekolah.

Sebagai penutup, mari kita jadikan momentum ini sebagai ajakan bagi seluruh guru dan pelajar untuk aktif berpartisipasi dalam program bela negara. Mulailah dari hal kecil, seperti disiplin waktu, menghargai perbedaan, dan menjaga lingkungan sekolah. Dengan begitu, nilai-nilai kebangsaan akan tertanam kuat dalam diri setiap insan Indonesia, dan kita semua turut serta dalam menjaga keutuhan NKRI.

Organisasi Kementerian Pendidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Universitas Pertahanan, Kemenhan