Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Timur menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis Gerakan Pramuka dalam pembentukan karakter generasi muda sekaligus kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi mendorong agar setiap anggota Pramuka tidak hanya unggul dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan, tetapi juga aktif berperan dalam memperkuat sektor ketahanan pangan. Langkah ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda diharapkan menjadi agen perubahan yang sadar akan isu-isu strategis kebangsaan, termasuk kedaulatan pangan sebagai bagian dari implementasi bela negara di era modern.
Pramuka sebagai Wahana Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan untuk Bela Negara
Dalam sambutannya di acara yang digelar di Universitas Negeri Surabaya, Khofifah menjelaskan bahwa tema yang diusung tahun ini, yaitu 'Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan', memiliki tiga arah penting yang saling terkait. Pertama, memperkuat organisasi Gerakan Pramuka agar lebih solid dan responsif terhadap tantangan zaman. Kedua, mendorong keterlibatan aktif setiap anggota dalam program swasembada pangan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ketiga, mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang memiliki kesadaran akan tanggung jawab kebangsaan. Aktivitas dalam kepramukaan dirancang untuk memberikan pengalaman langsung bagi peserta didik, sehingga mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik nyata dalam:
- Kepemimpinan — Melatih kemampuan mengambil keputusan dan memimpin tim dalam berbagai kegiatan, termasuk proyek ketahanan pangan sederhana.
- Kerja Sama — Membangun kolaborasi antarsiswa dalam menyelesaikan tantangan, seperti pengelolaan lahan produktif di sekolah.
- Penyelesaian Masalah — Mengasah daya kritis untuk mencari solusi atas persoalan pangan lokal, seperti bagaimana memanfaatkan pekarang untuk budidaya tanaman.
- Kepedulian Lingkungan — Menanamkan rasa cinta tanah air melalui aksi nyata menjaga sumber daya alam dan ketahanan ekosistem pangan.
Ketahanan Pangan sebagai Wujud Kontribusi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa keterlibatan Pramuka dalam program ketahanan pangan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pendidikan bela negara yang kontekstual. Bagi pelajar, berpartisipasi dalam gerakan ini memberikan dua manfaat sekaligus. Pertama, mengasah soft skills seperti komunikasi, empati, dan inisiatif yang sangat dibutuhkan di abad ke-21. Kedua, menanamkan kesadaran akan isu-isu strategis nasional, seperti kemandirian pangan, yang merupakan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Dengan demikian, Pramuka menjadi laboratorium kepemimpinan yang mempersiapkan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pemimpin di masa depan, tetapi juga menjadi pribadi yang tangguh dan peduli pada sesama.
Sebagai penutup, mari kita jadikan momentum Hari Pramuka ini sebagai pengingat bahwa setiap pelajar dan guru memiliki peran dalam memperkuat bela negara melalui kontribusi nyata, sekecil apa pun itu. Untuk para guru, integrasikan nilai-nilai kepramukaan tentang ketahanan pangan ke dalam kegiatan belajar-mengajar atau proyek sekolah. Untuk para pelajar, jangan ragu untuk terlibat dalam program Pramuka atau kegiatan sosial lain yang mendukung kemandirian pangan di lingkungan sekitar. Karena, melalui langkah-langkah sederhana ini, kita bersama-sama membangun karakter bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.