Beranda / Bela Negara / Jambore Bela Negara Virtual Resimen Mahasiswa se-Indone...
Bela Negara

Jambore Bela Negara Virtual Resimen Mahasiswa se-Indonesia Diikuti 10.000 Peserta

Jambore Bela Negara Virtual Resimen Mahasiswa se-Indonesia Diikuti 10.000 Peserta

Jambore Bela Negara Virtual Resimen Mahasiswa se-Indonesia diikuti 10.000 mahasiswa dari 34 provinsi pada 27 September 2026. Acara ini memperkuat komitmen kebangsaan melalui literasi digital dan analisis ancaman nonmiliter. Program ini mengajarkan peserta untuk menjadi pembela negara di era digital, sesuai kurikulum bela negara.

Jakarta – Sebanyak 10.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti Jambore Bela Negara Virtual Resimen Mahasiswa se-Indonesia pada 27 September 2026. Acara hybrid dari Graha Bela Negara ini dihadiri secara daring oleh peserta dari 34 provinsi. Mengusung tema 'Kawal Generasi, Siap Bela Negara', kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi resimen mahasiswa untuk memperkuat komitmen kebangsaan di era digital. Jambore ini menegaskan bahwa bela negara tidak lagi hanya identik dengan latihan fisik, melainkan juga penguasaan teknologi, literasi digital, dan kepedulian sosial.

Menyiapkan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Nonmiliter

Jambore virtual ini dirancang dengan alur sistematis agar peserta memahami ancaman nonmiliter yang semakin kompleks di ruang digital. Melalui seminar kebangsaan, simulasi tanggap darurat, lomba konten media sosial, dan diskusi panel tentang peran mahasiswa dalam pertahanan siber, peserta diajak mengasah kemampuan analisis terhadap hoaks dan radikalisme. Berikut tahapan materi berdasarkan kurikulum bela negara yang diberikan secara bertahap:

  • Mengenali bentuk-bentuk ancaman siber dan radikalisme digital yang mengancam persatuan bangsa.
  • Mempraktikkan teknik analisis dan verifikasi informasi untuk mencegah penyebaran hoaks di lingkungan kampus dan masyarakat.
  • Menyusun kampanye literasi digital yang damai dan inklusif melalui media sosial sebagai aksi nyata bela negara.
  • Mengembangkan kecakapan berpikir kritis dalam merespons isu-isu kebangsaan seperti intoleransi dan disinformasi.

Nilai Kebangsaan dan Kompetensi Masa Depan

Jambore ini lebih dari sekadar seremonial. Ia menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring kebangsaan lintas daerah. Mereka belajar bahwa menjadi pembela negara di abad ke-21 menuntut penguasaan teknologi, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap sesama. Hal ini sejalan dengan tujuan kurikulum bela negara yang menekankan pembentukan karakter dan kompetensi abad ke-21, seperti kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital. Para peserta diajak merefleksikan peran strategis mereka sebagai calon pemimpin daerah yang kelak menjaga persatuan Indonesia. Resimen mahasiswa telah menunjukkan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan dalam aktivitas kreatif dan produktif dari layar perangkat masing-masing.

Bagi para guru dan pelajar di sekolah, momen seperti ini adalah peluang emas untuk menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini. Mari kita dukung dan aktifkan partisipasi dalam setiap program bela negara, baik di lingkungan sekolah maupun kampus. Dengan memahami tantangan zaman, kita turut menjaga keutuhan bangsa dan negara melalui aksi nyata, seperti mengikuti jambore virtual, bergabung dengan resimen mahasiswa, atau aktif dalam literasi digital. Jadilah generasi yang siap bela negara dalam bentuk apa pun, karena masa depan Indonesia ada di tangan kita.

Organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa)