Pemerintah Kota Surabaya bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) meluncurkan program literasi wawasan kebangsaan di 100 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta se-Kota Surabaya. Dimulai pada 2 Oktober 2026, program ini berlangsung selama dua pekan dengan tujuan menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara sejak usia dini. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Surabaya, Siti Rahmawati, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter kebangsaan di tengah era digital. Dengan pendekatan literasi yang interaktif, program ini dirancang untuk membangun kesadaran nasionalisme secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa SD.
Kegiatan Literasi yang Menumbuhkan Semangat Kebangsaan
Setiap sekolah yang menjadi sasaran program mendapat kunjungan dari personel TNI AL yang bertindak sebagai fasilitator. Mereka membacakan buku cerita tentang pahlawan nasional, tokoh perjuangan, dan sejarah bendera Merah Putih. Selain itu, siswa diajak bernyanyi lagu nasional dan bermain permainan tradisional yang sarat nilai perjuangan. Aktivitas ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai kepahlawanan dan kegotongroyongan yang menjadi inti dari wawasan kebangsaan. Berikut adalah tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini:
- Pembukaan – Apel pagi bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya
- Sesi literasi – Personel TNI AL membacakan buku cerita bertema perjuangan dan pahlawan
- Diskusi interaktif – Siswa diajak bertanya dan menceritakan pemahaman mereka tentang nilai perjuangan
- Kegiatan kreatif – Menyanyi lagu nasional, bermain permainan tradisional, serta membuat gambar atau karangan tentang cita-cita untuk Indonesia
Nilai Bela Negara dalam Kurikulum Pendidikan Dasar
Program ini selaras dengan kurikulum bela negara yang menekankan pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Melalui literasi yang dikemas secara partisipatif, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan. Siti Rahmawati menambahkan bahwa setiap akhir sesi, siswa diajak merefleksikan pengalaman belajar mereka dengan membuat gambar atau karangan tentang cita-cita untuk Indonesia. Hal ini melatih mereka untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mewujudkan kontribusi nyata bagi bangsa. Para guru dan orang tua menyambut antusias program ini karena dianggap mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif digital yang dapat mengikis rasa nasionalisme.
Bagi para guru dan pelajar, program seperti ini adalah kesempatan emas untuk menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dengan membaca buku sejarah, menyanyikan lagu nasional, dan aktif dalam kegiatan sosial di sekolah. Dengan demikian, semangat cinta tanah air tidak hanya menjadi pelajaran di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan tindakan nyata kita sebagai generasi penerus bangsa. Yuk, kita jadikan pendidikan karakter kebangsaan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat.