JAKARTA — Sebanyak ribuan pelajar dari Jakarta dan sekitarnya memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 18 September 2026 untuk mengikuti kegiatan bertajuk Pelajar Bela Negara. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Menuju Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober mendatang. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah refleksi kolektif untuk menegaskan kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pemuda pada tahun 1928 silam.
Menanamkan Kesadaran Bela Negara di Era Digital
Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Melalui apel kebangsaan, lantunan lagu-lagu nasional, serta diskusi interaktif, para pelajar diajak memahami makna bela negara yang kontekstual di era digital. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berdiskusi tentang bagaimana cara menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan keberagaman.
Dalam sesi diskusi, para siswa belajar bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata atau kegiatan militer. Justru, wujud bela negara pada generasi muda dapat diekspresikan melalui:
- Prestasi akademik yang membanggakan nama bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Kreativitas dan inovasi di bidang seni, teknologi, maupun kewirausahaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
- Partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan dan menjaga lingkungan sekolah.
- Menjaga nama baik sekolah dan bangsa melalui perilaku disiplin serta sopan santun dalam bermedia sosial.
Membangun Generasi Penerus yang Tangguh
Sejarah pergerakan pemuda yang disajikan melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan keutuhan NKRI bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Para pelajar diajak meneladani semangat Sumpah Pemuda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan produktif. Banyak siswa yang mengaku semakin memahami arti cinta tanah air setelah mengikuti rangkaian acara ini.
Puncak acara ditutup dengan deklarasi komitmen pelajar Indonesia untuk menjadi generasi penerus yang tangguh, cerdas, dan berkarakter. Deklarasi ini merupakan ikrar bersama untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Sebagai bentuk integrasi dengan kurikulum merdeka, kegiatan semacam ini sangat relevan untuk dimasukkan dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Melalui pengalaman langsung di lapangan, pembelajaran tentang bela negara menjadi lebih bermakna dan menyentuh. Untuk itu, kami mengajak para guru untuk menginisiasi kegiatan serupa di satuan pendidikan masing-masing, dan para pelajar untuk aktif mengambil peran dalam menjaga persatuan serta membangun negeri. Mari jadikan momen Sumpah Pemuda sebagai titik tolak untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia.