Sebanyak 2.265 peserta penggalang dari 116 Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti Kemah Bakti Madrasah (KEMBARA) 2026 yang mengusung tema 'Penggalang Madrasah Berkarakter, Tangguh, Berbakti untuk Negeri'. Kegiatan kepramukaan ini resmi dibuka pada 28 Agustus 2026 dan berlangsung selama tiga hari. KEMBARA bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan sarana pembinaan karakter yang sistematis melalui gerakan pramuka. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pramuka Madrasah: Wadah Pembentukan Karakter Kebangsaan
Secara edukatif, rangkaian KEMBARA dikemas dalam konsep Pramuka Fun dan Bakti Masyarakat. Melalui aktivitas ini, peserta diajak untuk belajar melatih kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut selaras dengan kurikulum pendidikan karakter kebangsaan yang bertujuan membentuk generasi yang tangguh dan siap berbakti. Berikut adalah nilai-nilai utama yang ditanamkan dalam kegiatan pramuka madrasah ini:
- Kemandirian: Peserta belajar mengurus diri sendiri dan menyelesaikan masalah tanpa bergantung pada orang lain.
- Kedisiplinan: Melalui aturan perkemahan dan jadwal kegiatan yang ketat, peserta dilatih untuk taat pada norma dan waktu.
- Kepemimpinan: Setiap peserta mendapat kesempatan memimpin regu atau kelompok kecil, sehingga jiwa kepemimpinan tumbuh sejak dini.
- Kerja sama dan gotong royong: Aktivitas bakti masyarakat dan permainan tim mengajarkan pentingnya kebersamaan.
- Kepedulian sosial: Melalui program bakti masyarakat, peserta langsung berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan belajar memberi manfaat bagi sesama.
Nilai Bela Negara dalam Setiap Aktivitas KEMBARA
Kehadiran Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI dalam pembukaan KEMBARA menunjukkan dukungan institusi terhadap penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan. Program ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi peserta didik madrasah untuk membangun persaudaraan, interaksi sosial, dan semangat pengabdian. KEMBARA mengajarkan bahwa karakter tangguh dan sikap berbakti untuk negeri dapat dibentuk melalui pengalaman nyata di alam terbuka dan bakti masyarakat. Nilai-nilai bela negara seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan rela berkorban secara alami terinternalisasi dalam setiap kegiatan kemah, pengabdian, dan interaksi antar peserta.
Bagi para guru dan pelajar, KEMBARA adalah contoh nyata bagaimana kurikulum bela negara dapat diintegrasikan dalam kegiatan pramuka madrasah. Tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung yang membekas di hati dan pikiran. Mari kita jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk terus mengembangkan program serupa di madrasah masing-masing. Dengan aktif berpartisipasi dalam perkemahan dan kegiatan pengabdian, kita bersama-sama membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan siap berbakti untuk negeri.