Beranda / Pendidikan / Kemdikbudristek Canangkan Program 'Sekolah Penggerak Be...
Pendidikan

Kemdikbudristek Canangkan Program 'Sekolah Penggerak Bela Negara' di 1000 SMA/SMK

Kemdikbudristek Canangkan Program 'Sekolah Penggerak Bela Negara' di 1000 SMA/SMK

Kemdikbudristek meluncurkan program 'Sekolah Penggerak Bela Negara' di 1.000 SMA dan SMK mulai tahun ajaran 2026/2027. Program ini mengintegrasikan nilai kebangsaan melalui tiga pilar: pembelajaran kelas, pembentukan karakter, dan aksi nyata. Tujuannya membangun generasi muda yang cinta tanah air, berkarakter tangguh, dan siap menjadi agen perubahan bangsa.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) resmi mencanangkan program 'Sekolah Penggerak Bela Negara' yang akan diterapkan di 1.000 SMA dan SMK di seluruh Indonesia mulai tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini merupakan strategi nasional untuk mengintegrasikan nilai-nilai bela negara secara sistematis ke dalam kurikulum sekolah. Program ini tidak hanya memperkuat mata pelajaran seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta sejarah, tetapi juga merambah ke kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan utamanya adalah membangun ekosistem sekolah yang menanamkan kesadaran berbangsa, cinta tanah air, dan kesiapsiagaan bela negara secara berkelanjutan pada generasi muda. Dengan demikian, program ini menjadi fondasi penting dalam Kurikulum Bela Negara yang sedang dikembangkan.

Mengenal Tiga Pilar Program Sekolah Penggerak Bela Negara

Kemdikbudristek merancang program ini dalam tiga pilar utama yang saling terintegrasi. Ketiga pilar ini memastikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah rincian setiap pilar:

  • Pembelajaran dalam Kelas: Memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional melalui diskusi, studi kasus, dan analisis isu-isu strategis. Materi diperkaya dengan konsep hak dan kewajiban warga negara, serta simulasi pengambilan keputusan dalam situasi darurat.
  • Pembentukan Karakter: Melatih kedisiplinan dan kepemimpinan melalui kegiatan baris-berbaris, manajemen waktu, dan latihan tanggung jawab tim. Tujuannya membangun mental tangguh dan rasa memiliki terhadap bangsa.
  • Aksi Nyata: Mendorong siswa menjadi agen perubahan melalui proyek pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal. Contohnya kampanye kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, atau revitalisasi situs sejarah di sekitar sekolah.

Manfaat Nyata bagi Siswa dan Peran Guru sebagai Fasilitator

Melalui program 'Sekolah Penggerak Bela Negara', siswa akan memperoleh pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, keterampilan dasar menjaga keselamatan diri dan lingkungan, serta jiwa kepemimpinan dan kerelawanan. Lebih dari itu, program ini mengajak siswa menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan tantangan global sehingga mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas. Untuk mendukung keberhasilan ini, Kemdikbudristek melatih para guru sebagai fasilitator bela negara. Para guru dibekali metodologi pengajaran yang kontekstual dan menarik agar mampu menanamkan cinta tanah air secara relevan bagi generasi Z. Dengan demikian, program ini tidak hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan karakter dan komitmen untuk membangun negeri.

Mari kita sambut program 'Sekolah Penggerak Bela Negara' dengan semangat gotong royong. Bagi para guru, jadilah teladan yang menginspirasi dan fasilitator yang membantu siswa menemukan makna bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para pelajar, ambillah peran aktif dalam setiap kegiatan — dari ruang kelas hingga proyek nyata di masyarakat — karena bela negara adalah tugas kita bersama. Melalui langkah kecil hari ini, kita membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat.

Organisasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek)