Beranda / Nasional / Kemendikbudristek Gandeng BNPT Perkuat Literasi Wawasan...
Nasional

Kemendikbudristek Gandeng BNPT Perkuat Literasi Wawasan Kebangsaan dan Antiterorisme di Sekolah Menengah

Kemendikbudristek Gandeng BNPT Perkuat Literasi Wawasan Kebangsaan dan Antiterorisme di Sekolah Menengah

Kemendikbudristek bersama BNPT memperkuat pendidikan bela negara di sekolah menengah melalui program yang meningkatkan literasi wawasan kebangsaan dan pemahaman antiterorisme. Kolaborasi ini mengintegrasikan materi deradikalisasi ke dalam kurikulum dengan pendekatan edukatif untuk membentuk karakter pelajar yang cinta NKRI dan kritis terhadap ancaman radikalisme.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menginisiasi sebuah langkah strategis untuk memperkuat karakter generasi muda. Sinergi ini bertujuan menanamkan wawasan kebangsaan yang lebih mendalam dan membangun kesadaran terkait pencegahan terorisme melalui pendekatan pendidikan di jenjang sekolah menengah. Program ini merupakan bagian integral dari upaya membangun literasi nasionalisme yang kokoh, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai deradikalisasi dalam konteks pembelajaran yang edukatif dan sistematis.

Menanamkan Nilai Kebangsaan dan Literasi Antiterorisme dalam Kurikulum

Kolaborasi Kemendikbudristek dan BNPT tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh ranah kurikulum dan praktik pembelajaran. Fokusnya adalah mengembangkan materi dan metode yang dapat diadaptasi oleh guru dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengenali ancaman yang dapat merusaknya. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk sikap kritis dan tanggap dalam menghadapi informasi atau propaganda yang berpotensi mengarah pada radikalisme. Secara lebih spesifik, materi yang dikembangkan mencakup beberapa aspek utama:

  • Penguatan literasi sejarah dan nilai-nilai kebangsaan untuk membangun rasa cinta tanah air.
  • Pemahaman konsep wawasan kebangsaan dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia.
  • Pengenalan awal tentang bahaya terorisme dan upaya deradikalisasi melalui pendekatan edukatif.
  • Pembelajaran tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Implementasi Program di Sekolah Menengah: Tahapan Edukatif dan Sistemik

Implementasi program ini di lingkungan sekolah menengah dilakukan melalui pendekatan bertahap dan sistematis. Tahap awal melibatkan pelatihan dan pembekalan bagi guru serta tenaga kependidikan agar mereka memiliki kapasitas dan pemahaman yang tepat dalam menyampaikan materi. Tahap selanjutnya adalah pengintegrasian materi ke dalam aktivitas pembelajaran, baik melalui mata pelajaran tertentu seperti Pendidikan Kewarganegaraan, maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan proyek sekolah. BNPT memberikan kontribusi berupa materi dan narasumber yang ahli dalam bidang penanggulangan terorisme dan deradikalisasi, sedangkan Kemendikbudristek bertugas mengemasnya dalam bentuk yang sesuai dengan dunia pendidikan dan perkembangan psikologis peserta didik. Program ini juga mendorong sekolah untuk menjadi lingkungan yang mendukung dialog sehat dan pembelajaran kolaboratif tentang isu-isu kebangsaan.

Kolaborasi ini memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, yaitu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan nasional. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungannya, menyebarkan pemahaman tentang pentingnya persatuan, serta mengenali dan menolak segala bentuk ajaran atau tindakan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme. Dengan demikian, program ini sejalan dengan visi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, serta bernalar kritis dan kreatif.

Sinergi antara Kemendikbudristek dan BNPT ini merupakan sebuah langkah nyata dalam mengimplementasikan pendidikan bela negara di tingkat sekolah. Pendidikan bela negara tidak hanya berarti kesiapan fisik, tetapi lebih pada kesiapan mental dan spiritual untuk menjaga NKRI dari segala bentuk ancaman, termasuk ancaman ideologis. Guru dan pelajar di jenjang sekolah menengah memiliki peran sentral dalam suksesnya program ini. Guru dapat menjadi fasilitator dan inspirator yang membawa materi kebangsaan dan antiterorisme ke dalam kelas dengan cara yang menarik dan relevan. Pelajar, sebagai penerima manfaat utama, harus secara aktif mengikuti, memahami, dan menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan generasi muda yang cinta tanah air, cerdas, dan tangguh dalam menjaga persatuan bangsa.