Beranda / Bela Negara / Kemendikdasmen dan Kemenhan Luncurkan Modul Bela Negara...
Bela Negara

Kemendikdasmen dan Kemenhan Luncurkan Modul Bela Negara Terintegrasi Kurikulum Merdeka

Kemendikdasmen dan Kemenhan Luncurkan Modul Bela Negara Terintegrasi Kurikulum Merdeka

Kemendikdasmen dan Kemenhan meluncurkan Modul Bela Negara yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka untuk jenjang SMA/SMK. Modul ini mencakup tiga materi utama: pemahaman ancaman nonmiliter, pembentukan karakter kebangsaan, dan praktik kewirausahaan pertahanan. Tujuannya adalah menumbuhkan jiwa kebangsaan dan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi tantangan global, serta memudahkan guru dalam mengajar asesmen secara sistematis.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) baru saja meluncurkan sebuah inovasi penting dalam dunia pendidikan Indonesia, yaitu Modul Bela Negara yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka. Peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar, khususnya jenjang SMA/SMK. Modul ini tidak hanya menjadi suplemen pembelajaran, tetapi juga alat untuk menumbuhkan kesadaran bela negara sejak dini, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Apa Saja yang Dipelajari dalam Modul Bela Negara?

Modul ini dirancang dengan pendekatan sistematis agar mudah dipahami oleh guru dan pelajar. Materi dikemas dalam tiga bagian utama yang saling terhubung, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berikut adalah rincian materi yang akan dipelajari:

  • Pemahaman Ancaman Nonmiliter: Pelajar diajak untuk mengenali berbagai ancaman kontemporer seperti hoaks, radikalisme, dan degradasi moral yang dapat melemahkan persatuan bangsa.
  • Pembentukan Karakter Kebangsaan: Melalui kegiatan reflektif, siswa belajar nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, dan semangat gotong royong sebagai fondasi bela negara.
  • Praktik Kewirausahaan Pertahanan: Materi ini mengintegrasikan keterampilan hidup dengan semangat kedirgantaraan, misalnya melalui simulasi pengelolaan sumber daya lokal untuk ketahanan wilayah.

Manfaat bagi Guru dan Pelajar dalam Kurikulum Merdeka

Bagi guru, modul ini dilengkapi dengan panduan mengajar dan asesmen yang sistematis, sehingga memudahkan penerapan di kelas. Materi dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta kegiatan Pramuka. Sementara itu, bagi pelajar, manfaat langsung yang diperoleh meliputi kemampuan berpikir kritis, peningkatan rasa cinta tanah air, dan keterampilan dasar bela negara yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka semakin sempurna dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.

Peluncuran modul ini akan disosialisasikan ke seluruh provinsi melalui balai guru penggerak mulai bulan Oktober 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kesenjangan pemahaman bela negara antara sekolah di kota dan daerah terpencil. Dengan adanya modul ini, semangat kebangsaan diharapkan dapat merata di seluruh pelosok Nusantara.

Sebagai ajakan edukatif, mari kita sebagai guru dan pelajar untuk aktif berpartisipasi dalam program bela negara ini. Gunakan modul ini sebagai sarana untuk memperkuat identitas bangsa dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Ingatlah, bela negara bukanlah sekadar kewajiban, melainkan wujud cinta kita pada tanah air. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam pembelajaran sehari-hari, kita telah menanamkan benih kejuangan bagi generasi penerus.

Organisasi Kemendikdasmen, Kemenhan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pertahanan