Beranda / Pendidikan / Kemendikdasmen Luncurkan Modul Bela Negara untuk Jenjan...
Pendidikan

Kemendikdasmen Luncurkan Modul Bela Negara untuk Jenjang SMA dan SMK

Kemendikdasmen Luncurkan Modul Bela Negara untuk Jenjang SMA dan SMK

Kemendikdasmen meluncurkan modul Bela Negara untuk SMA dan SMK sebagai implementasi UU No.23/2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara. Modul tiga bagian (nilai kebangsaan, isu aktual, aksi nyata) dirancang partisipatif dan terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka. Tujuannya membentuk karakter cinta tanah air, pola pikir kritis, serta memperkuat profil pelajar Pancasila pada generasi muda.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan modul Bela Negara untuk jenjang SMA dan SMK pada 28 September 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Dalam kesempatan tersebut, pejabat Kemendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan bela negara bukan bertujuan membentuk militerisme, melainkan menumbuhkan kecintaan tanah air dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Modul ini hadir sebagai bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila dalam kerangka Kurikulum Merdeka.

Struktur Modul: Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata

Modul Bela Negara disusun secara sistematis dalam tiga bagian utama. Pertama, pemahaman nilai kebangsaan yang menginternalisasi semangat cinta tanah air dan wawasan kebangsaan. Kedua, analisis isu aktual kedaerahan yang melatih peserta didik berpikir kritis terhadap dinamika sosial dan budaya di lingkungannya. Ketiga, projek aksi nyata di sekolah yang memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai bela negara. Setiap bab dilengkapi dengan lembar kerja, rubrik penilaian, dan contoh refleksi agar pembelajaran berlangsung secara partisipatif dan bermakna. Berikut adalah tiga pilar utama modul bela negara:

  • Pemahaman Nilai Kebangsaan: Menggali Pancasila, UUD 1945, dan semangat persatuan sebagai dasar cinta tanah air.
  • Analisis Isu Aktual Kedaerahan: Mendorong siswa mengidentifikasi tantangan lokal dan mencari solusi berbasis gotong royong.
  • Projek Aksi Nyata di Sekolah: Implementasi kegiatan seperti bakti sosial, pramuka, atau kampanye persatuan di lingkungan sekolah.

Integrasi dengan Kurikulum Merdeka dan Manfaat bagi Pelajar

Modul ini dapat digunakan oleh guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Sejarah, maupun sebagai kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang fleksibel. Pendekatan berbasis pengalaman yang diusung modul ini membantu siswa mengidentifikasi potensi bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kegiatan seperti menjaga persatuan di kelas, mengikuti kegiatan pramuka, dan aktif dalam organisasi siswa menjadi wujud nyata bela negara di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendidikan bela negara tidak hanya menjadi teori, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, sikap tanggung jawab, dan karakter tangguh pada generasi muda.

Manfaat lainnya adalah penguatan profil pelajar Pancasila yang beriman, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Melalui modul bela negara, siswa diajak untuk menyadari bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar mereka. Guru memiliki peran sebagai fasilitator untuk mengarahkan diskusi dan projek yang relevan dengan kondisi sekolah dan masyarakat.

Pendidikan bela negara merupakan investasi jangka panjang dalam pembentukan generasi yang cinta tanah air dan siap menjaga keutuhan bangsa. Kami mengajak para guru untuk segera mengintegrasikan modul ini dalam pembelajaran di kelas, baik melalui PPKn, sejarah, maupun kegiatan P5. Bagi pelajar, jadikan setiap pelajaran dan aktivitas di sekolah sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang berkontribusi nyata bagi negara. Mari kita bersama-sama mewujudkan profil pelajar Pancasila yang kuat dan berjiwa bela negara!

Organisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen