Beranda / Guru & Pelajar / Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Wawasan Kebangsaan vi...
Guru & Pelajar

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Wawasan Kebangsaan via Kurikulum Daring untuk 500 Ribu Guru

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Wawasan Kebangsaan via Kurikulum Daring untuk 500 Ribu Guru

Kemendikdasmen memperkuat wawasan kebangsaan melalui kurikulum daring di platform digital Guru Belajar, menargetkan 500 ribu guru dan tenaga kependidikan. Modul Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Emas mencakup sejarah pergerakan nasional, Pancasila, identitas nasional, dan strategi pertahanan di era digital. Program ini membantu guru merancang pembelajaran bermakna serta menumbuhkan nilai bela negara pada peserta didik.

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) semakin memperkuat pendidikan wawasan kebangsaan melalui kurikulum daring yang dihadirkan dalam platform digital Guru Belajar. Program ini menargetkan pelatihan bagi 500 ribu guru dan tenaga kependidikan, dengan modul bertajuk Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Emas. Sebelum dibuka untuk umum, modul ini telah melalui tahap uji coba di 34 provinsi sejak Juli lalu, sehingga materi yang disajikan sudah teruji dan siap digunakan oleh pendidik dari berbagai jenjang.

Empat Unit Pembelajaran untuk Generasi Emas

Modul pelatihan ini dirancang secara sistematis agar guru dapat memahami dan mengajarkan nilai kebangsaan dengan cara yang kontekstual. Dalam kurikulum daring ini, terdapat empat unit pembelajaran yang menjadi fondasi penguatan wawasan kebangsaan:

  • Sejarah pergerakan nasional – menumbuhkan pemahaman tentang perjuangan bangsa dan nilai kepahlawanan.
  • Pancasila sebagai dasar negara – menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • Identitas nasional – memperkuat rasa bangga dan cinta tanah air di tengah keberagaman.
  • Strategi pertahanan negara di era digital – membekali guru dan peserta didik untuk menghadapi tantangan hoaks dan ancaman siber.

Setiap unit dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi, mengikuti tahapan belajar guru mulai dari pemahaman konsep, refleksi praktik pembelajaran, hingga penyusunan rencana pembelajaran berdiferensiasi. Dengan demikian, guru tidak hanya menerima teori, tetapi juga mampu merancang kegiatan kelas yang relevan dengan karakteristik peserta didik.

Manfaat Program dan Dukungan Penuh bagi Guru

Guru yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat 40 jam pelajaran yang diakui sebagai pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Hal ini menjadikan program ini bukan sekadar pelatihan daring biasa, melainkan bagian dari sistem pengembangan profesionalitas guru yang terstruktur. Konten pembelajaran diperkaya dengan video infografis, kuis interaktif, dan forum diskusi antarguru se-Indonesia. Diharapkan, terbentuk komunitas belajar yang saling menguatkan melalui platform digital ini.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh guru dan peserta didik. Guru mampu menyusun pembelajaran wawasan kebangsaan yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Sementara itu, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar kontekstual, misalnya melalui simulasi musyawarah mufakat dan analisis media sosial yang memuat hoaks kebangsaan. Kemendikdasmen menargetkan 70 persen guru di Indonesia mengikuti pelatihan ini hingga akhir 2027, dengan dukungan dana BOS untuk paket internet. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan pemerataan akses terhadap kurikulum daring yang berkualitas di seluruh Indonesia.

Mari, para guru dan pelajar, jadikan momen ini sebagai pintu masuk untuk semakin mencintai tanah air. Guru dapat segera mengakses pelatihan melalui platform digital Guru Belajar dan menularkan semangat kebangsaan di kelas. Pelajar pun diajak aktif bertanya, berdiskusi, dan menerapkan nilai bela negara dalam tindakan sehari-hari, baik di sekolah maupun di dunia digital. Dengan begitu, nilai-nilai luhur bangsa tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian generasi emas Indonesia.

Organisasi Kemendikdasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah