Beranda / Nasional / Kemenhan dan Kemendikbudristek Sinergi Kembangkan Modul...
Nasional

Kemenhan dan Kemendikbudristek Sinergi Kembangkan Modul Bela Negara untuk Ekstrakurikuler Wajib

Kemenhan dan Kemendikbudristek Sinergi Kembangkan Modul Bela Negara untuk Ekstrakurikuler Wajib

Kemenhan dan Kemendikbudristek bersinergi mengembangkan modul bela negara untuk ekstrakurikuler wajib di SMA/SMK. Modul ini menggunakan prinsip 'belajar sambil melakukan' dengan unit tematik seperti ancaman non-militer, ketahanan pangan, pertolongan pertama, dan literasi digital. Tujuannya memberikan panduan terstruktur agar siswa aktif mempraktikkan nilai bela negara dalam kehidupan nyata.

Dalam langkah strategis untuk memperkuat kesadaran bela negara di kalangan generasi muda, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi bersinergi mengembangkan modul pembelajaran bela negara. Modul ini dirancang khusus untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat SMA/SMK. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam kurikulum pendidikan nasional, karena memberikan panduan terstandarisasi namun tetap fleksibel bagi sekolah untuk menyelenggarakan program bela negara yang bermakna, sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal masing-masing daerah.

Prinsip 'Belajar Sambil Melakukan' dalam Modul Bela Negara

Modul yang dikembangkan menggunakan prinsip 'Learning by Doing' atau belajar sambil melakukan. Pendekatan ini memastikan siswa tidak hanya menerima teori, tetapi secara aktif terlibat dalam pengalaman nyata. Isi modul terbagi menjadi unit-unit tematik yang relevan dengan tantangan zaman, yang mencakup:

  • Memahami Ancaman Non-Militer: Membahas isu hoaks, intoleransi, dan radikalisme yang mengancam persatuan bangsa. Siswa diajak untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman ini secara kritis.
  • Ketahanan Pangan dan Energi di Lingkungan Sekolah: Melatih siswa untuk berkontribusi dalam program sederhana seperti kebun sekolah, pengelolaan sampah, atau efisiensi energi, yang menjadi fondasi ketahanan nasional.
  • Keterampilan Dasar Pertolongan Pertama dan Kebencanaan: Memberikan pengetahuan praktis tentang evakuasi, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan mitigasi bencana, yang sangat penting untuk keselamatan diri dan komunitas.
  • Literasi Media dan Digital yang Bertanggung Jawab: Mengajarkan cara memverifikasi informasi, bijak bermedia sosial, dan memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan konten positif demi ketahanan informasi bangsa.

Setiap unit dilengkapi dengan panduan guru, lembar aktivitas siswa, dan skenario proyek sederhana, sehingga memudahkan guru dalam mengimplementasikan materi secara interaktif dan terukur.

Manfaat Modul untuk Ekstrakurikuler Wajib yang Lebih Terstruktur

Dengan hadirnya modul ini Kemenhan dan Kemendikbudristek memberikan kerangka kerja yang jelas bagi sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler wajib yang sebelumnya mungkin bersifat seremonial kini bisa lebih terstruktur dan menyenangkan. Manfaat utama yang diharapkan meliputi:

  • Panduan belajar yang sistematis, memudahkan guru dalam merencanakan dan mengevaluasi kegiatan.
  • Kegiatan yang lebih interaktif dan aplikatif, sehingga siswa merasakan langsung dampak kontribusi mereka.
  • Terciptanya ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.

Diharapkan, melalui pendekatan praktis dalam modul ini, siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi menjadi pelaku aktif dalam menjaga ketahanan bangsa. Mereka dapat mempraktikkan nilai-nilai bela negara seperti cinta tanah air, rela berkorban, dan kesadaran berbangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi penerus bangsa, mari kita sambut program ini dengan semangat. Bagi para guru, jadilah fasilitator yang inspiratif dalam mengimplementasikan modul ini di sekolah. Bagi para pelajar, jadilah agen perubahan yang siap berkontribusi nyata—mulai dari hal kecil di lingkungan sekolah hingga peran lebih besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bersama, kita bangun ketahanan bangsa melalui pendidikan yang bermakna.

Organisasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Pendidikan (Kemendikbudristek)