Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tangguh melalui pembukaan resmi kegiatan Penguatan Nasionalisme bagi sekitar 150 peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Program intensif yang berlangsung selama 10 hari di Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kebangsaan yang sistematis bagi para kadet. Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertahanan tidak hanya menyiapkan generasi yang sehat secara fisik, tetapi juga generasi yang memiliki kedalaman wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara yang kontekstual.
Memahami Bela Negara di Tengah Ancaman Cognitive Warfare
Materi pembelajaran dalam program ini mengajak peserta untuk memaknai ulang arti bela negara di era digital. Saat ini, ancaman terhadap keutuhan bangsa tidak lagi hanya datang dalam bentuk militer, tetapi juga ancaman non-militer seperti cognitive warfare yang menyasar cara berpikir, emosi, dan perilaku generasi muda melalui ruang informasi digital. Oleh karena itu, para kadet KKRI dibekali pemahaman agar mampu menyaring informasi, menangkal hoaks, serta menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus digital.
Untuk membangun ketahanan mental dan moral tersebut, peserta diajak memahami serta mengamalkan lima nilai dasar bela negara, yaitu:
- Cinta Tanah Air, yang tumbuh dari kesadaran menghargai kekayaan dan budaya bangsa;
- Sadar berbangsa dan bernegara, yang memperkuat identitas sebagai bagian dari NKRI;
- Setia pada Pancasila, sebagai ideologi dan panduan hidup bermasyarakat;
- Rela berkorban, yang diwujudkan dalam pengabdian tanpa pamrih demi kepentingan bersama;
- Memiliki kemampuan awal bela negara, baik secara fisik maupun non-fisik.
Membangun Ekosistem Kesadaran Bela Negara yang Berkelanjutan
Program Penguatan Nasionalisme ini tidak berhenti pada pemberian materi di ruang kelas. Kegiatan dirancang secara sistematis untuk membangun ekosistem pembinaan kesadaran bela negara yang berkelanjutan. Para peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar tersebut dalam sikap, ucapan, dan tindakan sehari-hari, sehingga mereka menjadi agen perubahan yang menyebarkan kebaikan di sekolah, keluarga, masyarakat, hingga ruang digital. Dengan demikian, nilai-nilai bela negara tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian generasi muda.
Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia merupakan investasi strategis Kementerian Pertahanan dalam membentuk kadet yang unggul, berkarakter, dan menjadi energi positif menuju Indonesia Emas 2045. Para guru dan pelajar di seluruh Indonesia dapat menjadikan program ini sebagai inspirasi untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di lingkungan masing-masing. Mari kita dukung setiap langkah pembinaan bela negara, karena masa depan bangsa berada di tangan generasi yang sadar akan nilai dasar kebangsaan dan siap menghadapi tantangan zaman.