Beranda / Nasional / Kepala Badan Intelijen Negara Tekankan Pentingnya Liter...
Nasional

Kepala Badan Intelijen Negara Tekankan Pentingnya Literasi Wawasan Kebangsaan di Sekolah

Kepala Badan Intelijen Negara Tekankan Pentingnya Literasi Wawasan Kebangsaan di Sekolah

Kepala BIN mengunjungi sekolah di Bogor pada 27 Agustus 2026 untuk menekankan pentingnya literasi wawasan kebangsaan sebagai program bela negara non-fisik. Melalui pemahaman empat pilar kebangsaan dan langkah strategis seperti pojok literasi serta diskusi dengan narasumber, pelajar diharapkan mampu menangkal radikalisme dan hoaks. Program ini mengajak guru dan siswa untuk aktif memperkuat karakter cinta tanah air di lingkungan sekolah.

Pada 27 Agustus 2026, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan kunjungan ke salah satu sekolah unggulan di Bogor untuk menegaskan pentingnya literasi wawasan kebangsaan sebagai program bela negara non-fisik di lingkungan pendidikan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan benteng utama bagi pelajar dalam menangkal radikalisme serta hoaks yang marak di era digital. Langkah ini menjadi bagian integral dari Kurikulum Bela Negara yang harus ditanamkan sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat karakter generasi muda.

Mengapa Literasi Wawasan Kebangsaan Menjadi Prioritas?

Ancaman terhadap ideologi bangsa tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Radikalisme dan penyebaran informasi palsu (hoaks) dapat merusak persatuan dan kesatuan NKRI jika tidak dibendung sejak awal. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa rentan terpapar paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Oleh karena itu, literasi wawasan kebangsaan harus menjadi literasi dasar yang diajarkan secara sistematis di sekolah. Dengan memahami sejarah perjuangan bangsa, konstitusi, dan keberagaman, pelajar akan memiliki daya kritis serta kecintaan terhadap tanah air yang kokoh. Beberapa tujuan pembelajaran dari program ini antara lain:

  • Menanamkan kesadaran bela negara sebagai sikap cinta tanah air dan tanggung jawab moral.
  • Mengembangkan kemampuan menganalisis informasi untuk menangkal hoaks dan propaganda yang memecah belah.
  • Memperkuat identitas nasional melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membentuk karakter toleran dan menghargai perbedaan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

Langkah Strategis BIN dan Sekolah dalam Mewujudkan Literasi Kebangsaan

Dalam kunjungannya, Kepala BIN mendorong pihak sekolah untuk mengintegrasikan literasi wawasan kebangsaan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran sehari-hari. Beberapa langkah konkret yang direkomendasikan antara lain:

  • Mendirikan pojok literasi kebangsaan di perpustakaan sekolah yang menyediakan buku-buku tentang Pancasila, UUD 1945, dan tokoh nasional.
  • Mengadakan diskusi rutin dengan menghadirkan narasumber dari lembaga negara seperti BIN, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Kementerian Pendidikan.
  • Memasukkan sesi wawasan kebangsaan dalam kegiatan Pramuka atau Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
  • Memanfaatkan media digital sekolah untuk menyebarkan konten edukatif tentang bela negara dan bahaya hoaks.

Program-program ini dirancang agar pelajar tidak hanya menghafal simbol negara, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. BIN juga siap memberikan dukungan materi dan tenaga ahli untuk mendampingi sekolah dalam pelaksanaan program tersebut. Sebagai bagian dari bela negara non-fisik, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pelajar yang cinta tanah air, toleran, dan kritis terhadap informasi.

Guru diharapkan menjdi fasilitator yang mampu mengaitkan setiap materi pelajaran dengan wawasan kebangsaan. Pelajar pun diajak untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan kegiatan literasi, karena masa depan bangsa ada di tangan mereka. Mari bersama wujudkan sekolah sebagai benteng ideologi melalui literasi wawasan kebangsaan yang berkelanjutan. Dengan semangat bela negara, kita perkuat persatuan Indonesia.

Organisasi Badan Intelijen Negara