Jakarta, 10 September 2026 — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyerukan agar literasi wawasan kebangsaan dijadikan gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen bangsa, terutama sekolah dan kampus. Pernyataan ini disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan di Jakarta, menegaskan bahwa tanggung jawab menanamkan nilai kebangsaan bukan hanya pada pemerintah, tetapi juga pada institusi pendidikan dan masyarakat. Seruan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Bela Negara yang menekankan pentingnya penguatan karakter dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
Gerakan Bersama: Tiga Pilar Literasi Kebangsaan di Sekolah dan Kampus
Ketua MPR menjelaskan bahwa gerakan bersama ini bertumpu pada tiga pilar utama yang saling terhubung. Pertama, sekolah dan kampus sebagai garda depan pendidikan formal perlu mengintegrasikan literasi kebangsaan dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Kedua, organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi kepemudaan dan keagamaan, menjadi mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di komunitas. Ketiga, media massa memiliki peran penting dalam menyajikan konten edukatif yang membangun persatuan dan semangat kebangsaan.
- Integrasi Kurikulum: Materi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika diperkuat dalam mata pelajaran serta kegiatan seperti upacara, pramuka, dan diskusi kebangsaan.
- Peran Ekstrakurikuler: Kegiatan seperti paskibra, karya tulis ilmiah kebangsaan, dan debat Pancasila menjadi sarana praktik langsung bagi pelajar dan mahasiswa.
- Kolaborasi Multisektor: Organisasi pemuda dan keagamaan dapat menggelar dialog kebangsaan, sementara media massa menyediakan ruang untuk opini publik yang sehat dan edukatif.
Membangun Kesadaran Kolektif: Literasi sebagai Filter Pengaruh Global
Bagi pelajar dan mahasiswa, gerakan ini menciptakan ekosistem yang mendukung di mana nilai-nilai kebangsaan diperkuat dari berbagai sisi. Dengan dukungan multi-stakeholder, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif yang kuat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Literasi wawasan kebangsaan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menjadi filter terhadap pengaruh negatif globalisasi dan radikalisme, sehingga mereka dapat berkontribusi positif dengan berpijak pada identitas dan nilai luhur bangsa Indonesia.
Melalui gerakan bersama ini, opini publik tentang pentingnya bela negara akan semakin meluas dan tertanam di benak generasi muda. Literasi kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini selaras dengan tujuan Kurikulum Bela Negara yang tidak hanya mengajarkan cinta tanah air, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Oleh karena itu, bagi para guru dan pelajar, mari aktif berpartisipasi dalam gerakan literasi wawasan kebangsaan ini. Jadikan sekolah dan kampus sebagai pusat unggulan pembangunan karakter bangsa, dan jadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan berpikir serta bertindak. Dengan keterlibatan kita bersama, cita-cita menanamkan semangat bela negara pada setiap generasi akan terwujud, menjaga keutuhan NKRI di tengah perbedaan dan dinamika global.