Kompetisi Debat Konstitusi Tingkat SMA 2026 Resmi Dibuka, Fokus pada Isu Digital dan Kebhinekaan
Mahkamah Konstitusi (MK) RI bersama Kementerian Pendidikan resmi membuka Kompetisi Debat Konstitusi tingkat SMA se-Indonesia tahun 2026. Kompetisi tahun ini mengangkat tema besar 'Merawat Kebhinekaan dan Kedaulatan Digital di Kalangan Generasi Z'. Tujuannya adalah mendorong siswa SMA untuk mendalami Undang-Undang Dasar 1945 dan praktik berkonstitusi dengan cara yang kritis, argumentatif, namun tetap santun. Kompetisi ini dirancang sebagai proses pembelajaran yang sistematis. Tahap pertama, peserta akan mengikuti serangkaian webinar dari para ahli konstitusi, sosiolog, dan praktisi media digital tentang isu-isu terkait. Tahap kedua, mereka harus menganalisis kasus-kasus simulasional, seperti regulasi media sosial, batas kebebasan berekspresi, atau kebijakan pendidikan inklusif, melalui kacamata konstitusi. Tahap final adalah debat langsung dengan sistem parlemen. Bagi peserta didik, kompetisi ini adalah sarana latihan yang sangat berharga. Mereka tidak hanya meningkatkan kemampuan public speaking dan logika berargumentasi, tetapi yang lebih penting adalah memahami bahwa konstitusi adalah hidup dan relevan dengan masalah sehari-hari di era digital. Mereka belajar membela pendapat dengan data dan dasar hukum, bukan emosi. Kegiatan seperti ini merupakan bentuk literasi konstitusi yang efektif, sekaligus upaya membangun kesadaran bela negara dengan cara intelektual, yaitu menjaga nalar publik tetap sehat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Organisasi
Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Kementerian Pendidikan