Dalam upaya sistematis memperkuat pendidikan karakter generasi muda, Korem 084/Bhaskara Jaya menggelar Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi Keluarga Besar TNI. Program yang berlangsung di Surabaya ini menjadi model pembelajaran kolaboratif antara institusi pertahanan dan lingkungan pendidikan, menegaskan bahwa tanggung jawab bela negara adalah tugas kolektif seluruh elemen bangsa, terutama para pelajar dan pemuda sebagai generasi penerus. Kegiatan ini dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun fondasi karakter yang kokoh, yang selaras dengan tujuan kurikulum pendidikan nasional dalam mencetak warga negara yang berintegritas.
Fondasi Ideologi Kebangsaan sebagai Inti Pembelajaran Karakter
Inti dari pembinaan ini adalah penanaman nilai-nilai ideologi kebangsaan yang menjadi ruh dalam kurikulum bela negara. Materi pembelajaran difokuskan pada empat pilar utama yang harus dikuasai dan dihayati setiap peserta didik: Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup, UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengatur kehidupan bernegara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan dalam keberagaman, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI. Penekanan pada Ideologi Kebangsaan ini bertujuan agar nilai-nilai luhur tersebut tidak hanya dihafal, tetapi menjadi landasan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Selain penguatan ideologi, program ini juga mengembangkan kompetensi soft skill yang krusial bagi pelajar. Melalui berbagai simulasi dan pelatihan, peserta diajak untuk mengasah jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Keterampilan ini merupakan modal penting bagi siswa untuk menjadi agen perubahan positif di lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, integrasi nilai-nilai ini ke dalam proses belajar-mengajar dapat membantu guru dalam membentuk profil Pelajar Pancasila yang mandiri, bernalar kritis, dan berakhlak mulia.
Literasi Digital dan Kesiapsiagaan Ancaman Nonmiliter di Era Modern
Menyadari bahwa medan perjuangan bela negara telah berkembang, pembinaan ini secara khusus menyentuh aspek Literasi Digital dan kesiapan menghadapi Ancaman Nonmiliter. Di era dimana informasi menyebar dengan cepat, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi secara bijak. Materi ini relevan dengan kebutuhan kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, sekaligus mengajarkan siswa untuk waspada terhadap ancaman seperti radikalisme, hoaks, dan disinformasi yang dapat merongrong persatuan bangsa.
Pesan edukatif yang disampaikan adalah bahwa bela negara di abad ke-21 tidak lagi semata-mata diwujudkan melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui kecerdasan, kreativitas, dan kontribusi positif di dunia digital. Pelajar diajak untuk menjadi patriot di ruang maya dengan menyebarkan konten-konten edukatif, melawan ujaran kebencian, dan menggunakan media sosial untuk memperkuat narasi kebangsaan. Pendekatan ini merupakan bentuk adaptasi kurikulum bela negara terhadap tantangan zaman, sehingga relevan dengan kehidupan siswa masa kini.
Program yang melibatkan Keluarga Besar TNI ini juga bertujuan memperkuat sinergi segitiga emas pendidikan: keluarga (dalam hal ini keluarga besar TNI), sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung konsistensi nilai-nilai bela negara. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan dapat lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter, berjiwa nasionalis, dan siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia yang berdaulat.
Sebagai penutup, kegiatan pembinaan ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia pendidikan. Bagi para guru, ini adalah inspirasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Penguatan Karakter dan bela negara ke dalam metode pembelajaran, baik melalui mata pelajaran PPKn, sejarah, maupun kegiatan ekstrakurikuler. Bagi pelajar, ini adalah ajakan konkret untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai program bela negara, baik di sekolah maupun di komunitas, dengan mulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghormati perbedaan, dan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi informasi yang bertanggung jawab. Mari bersama kita wujudkan cita-cita Indonesia Maju melalui pendidikan karakter yang berkelanjutan.