Dalam langkah terobosan pendidikan karakter, Dinas Pendidikan Kota Surabaya secara resmi meluncurkan program yang mengintegrasikan permainan tradisional Indonesia seperti gobak sodor, egrang, dan bentengan ke dalam pembelajaran tematik bertema bela negara untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Program ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah metode pembelajaran yang dirancang dengan sistematis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas yang akrab dan menyenangkan bagi peserta didik. Dengan memanfaatkan keselarasan antara nilai-nilai permainan tradisional dan semangat bela negara, guru-guru telah dilatih secara khusus untuk mengemasnya menjadi media pembelajaran yang bermakna.
Permainan Tradisional sebagai Jembatan Menuju Pemahaman Bela Negara yang Konkret
Bagi siswa SD, konsep-konsep seperti persatuan, bela negara, dan keutuhan wilayah dapat terasa abstrak. Program integrasi dari Kota Surabaya ini menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan pengalaman konkret melalui permainan. Tujuan utama program ini dapat dirinci sebagai berikut:
- Menanamkan Nilai Kebangsaan: Nilai kerja sama tim, kepatuhan pada aturan, kejujuran, dan pantang menyerah disimulasikan langsung dalam setiap sesi permainan tradisional.
- Membangun Memori Positif: Pendekatan belajar sambil bermain diharapkan dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara siswa dan nilai-nilai luhur bangsa, sehingga lebih mudah tertanam dalam karakter mereka.
- Melestarikan Warisan Budaya: Program ini memberikan manfaat ganda dengan menghidupkan kembali warisan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang perlu dijaga.
- Mendukung Kesehatan: Aktivitas fisik dalam permainan juga berkontribusi langsung pada kesehatan dan kebugaran siswa.
Dalam praktiknya, guru menyisipkan refleksi setelah permainan. Misalnya, makna menjaga 'wilayah' dalam permainan bentengan dikaitkan secara edukatif dengan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan cara ini, pembelajaran menjadi relevan dan mudah dipahami oleh dunia anak.
Strategi Implementasi dan Relevansinya dengan Kurikulum Bela Negara
Keberhasilan program ini bergantung pada implementasi yang sistematis. Pelatihan khusus bagi guru menjadi fondasi utama, karena guru dituntut untuk tidak hanya memahami aturan permainan, tetapi juga mampu merancang dan memandu refleksi pembelajaran yang efektif. Integrasi ini dilakukan dalam pembelajaran tematik, yang memungkinkan guru untuk mengaitkan beberapa kompetensi dasar sekaligus—baik dari aspek fisik/motorik, sosial, maupun nilai-nilai Pancasila. Relevansi program ini dengan kurikulum bela negara terlihat jelas pada beberapa aspek kunci:
- Pengembangan Karakter: Membangun fondasi karakter seperti patriotisme, cinta tanah air, dan solidaritas sejak dini.
- Pemahaman Kontekstual: Membantu siswa memahami bahwa bela negara tidak hanya soal militer, tetapi juga tentang menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan mematuhi norma bersama—seperti dalam permainan tradisional.
- Penguatan Identitas: Dengan memainkan permainan tradisional Surabaya dan nusantara, siswa diajak untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang harus dibela.
Program dari Kota Surabaya ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan bela negara dapat dirancang secara kreatif, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Dengan fondasi karakter yang terbangun sejak dini melalui pengalaman menyenangkan ini, siswa diharapkan tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa patriotik, kemampuan bekerja sama, dan kecintaan pada budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita dukung inisiatif ini dengan menjadi pelaku aktif: bagi guru, teruslah berinovasi membuat pembelajaran bermakna; bagi pelajar, nikmatilah setiap permainan sebagai sarana belajar dan tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan mencintai negerinya.