Kurikulum Pendidikan Bela Negara Diintegrasikan ke dalam Mapel PPKn dan Sejarah di Sekolah Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi secara resmi mengintegrasikan muatan pendidikan bela negara ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Sejarah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Atas. Integrasi ini dilakukan melalui revisi buku teks dan modul pembelajaran yang disusun secara sistematis.
Secara konseptual, materi bela negara dalam kurikulum baru tidak hanya membahas aspek pertahanan militer, tetapi lebih menekankan pada nilai-nilai cinta tanah air, semangat gotong royong, kepedulian sosial, ketahanan nasional, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Pembelajaran dirancang melalui pendekatan kontekstual, studi kasus, dan proyek kolaboratif yang melibatkan siswa secara aktif.
Bagi pelajar, integrasi ini memberikan manfaat dalam membentuk pemahaman komprehensif tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Mereka diajak menganalisis isu-isu aktual bangsa, mengembangkan solusi kreatif, dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini bertujuan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesadaran untuk membela negara melalui kontribusi positif di masyarakat.