Beranda / Pendidikan / Lemhannas RI Gelar Pelatihan Nasional TOT Nilai Kebangs...
Pendidikan

Lemhannas RI Gelar Pelatihan Nasional TOT Nilai Kebangsaan, Ace Hasan Syadzily: Cetak Pendidik Berkarakter Patriotik

Lemhannas RI Gelar Pelatihan Nasional TOT Nilai Kebangsaan, Ace Hasan Syadzily: Cetak Pendidik Berkarakter Patriotik

Lemhannas RI melalui program Training of Trainers (TOT) nilai kebangsaan membekali pendidik dengan metodologi untuk menanamkan karakter patriotik dan pemahaman bela negara pada generasi muda. Program ini berfokus pada efek multiplikasi, integrasi kurikulum, dan pengembangan kemampuan pedagogis yang praktis. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan ideologi bangsa melalui pendidikan.

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) membuka pelatihan strategis bagi para pendidik dengan program Training of Trainers (TOT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-37. Digagas oleh Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, program ini merupakan investasi penting dalam membangun kapasitas dosen, guru, dan widyaiswara sebagai garda terdepan penanam rasa cinta tanah air dan semangat bela negara di kalangan generasi muda. Tujuannya adalah membekali mereka dengan metodologi tepat untuk mencetak peserta didik yang berkarakter patriotik dan memahami hakikat bela negara sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa.

Efek Multiplikasi: Dari Pelatihan ke Ruang Kelas

Secara desain, TOT ini dirancang sebagai program berantai yang mengutamakan efek multiplikasi. Setelah mengikuti pelatihan intensif, para peserta diharapkan menjadi agen penggerak yang aktif menyebarluaskan dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan di institusi pendidikan masing-masing. Gubernur Ace Hasan Syadzily menekankan peran krusial pendidik dalam membentuk karakter bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi dan arus informasi yang dapat mengaburkan identitas nasional. Materi pelatihan tidak hanya konseptual, tetapi juga praktis, berfokus pada transformasi nilai kebangsaan menjadi metode pembelajaran yang relevan dan kontekstual bagi peserta didik.

  • Penguatan Pemahaman Mendalam: Materi mencakup konsensus kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) serta ketahanan nasional.
  • Pengembangan Kemampuan Kurikulum: Membekali peserta untuk merancang, mengadaptasi, atau mengintegrasikan kurikulum pembelajaran nilai kebangsaan dan bela negara sesuai jenjang pendidikan, dari SD hingga perguruan tinggi.
  • Peningkatan Keterampilan Pedagogis: Mengembangkan kemampuan menyampaikan materi patriotik secara menarik dan berdampak, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi praktik hidup sehari-hari, bukan sekadar teori.

Integrasi ke dalam Kurikulum: Membangun Ketahanan Ideologi Bangsa

Program ini melibatkan 100 peserta dari berbagai latar belakang institusi pendidikan, sehingga memiliki potensi besar untuk menyebarkan nilai-nilai patriotik secara luas di sekolah, madrasah, dan kampus. Investasi pada pendidik ini merupakan langkah fundamental dalam membangun ketahanan ideologi bangsa melalui sistem pendidikan. Strategi ini sejalan dengan upaya penguatan kurikulum bela negara, yang esensinya bukan hanya mata pelajaran khusus, tetapi integrasi nilai-nilai kebangsaan ke dalam seluruh proses belajar-mengajar.

Pendidik yang telah melalui Training of Trainers (TOT) diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengembangkan bahan ajar dan aktivitas kelas yang mengangkat tema cinta tanah air, sejarah perjuangan bangsa, dan kesadaran berbangsa. Pendekatan ini menjadikan pendidikan bela negara sebagai proses yang holistik dan berkelanjutan, meresap dalam setiap aspek pembelajaran. Program TOT nilai kebangsaan oleh Lemhannas RI menjadi contoh nyata bagaimana membangun fondasi karakter bangsa dimulai dari penguatan kapasitas guru dan dosen.

Sebagai pendidik, peserta program ini akan mengemban tugas mulia: mentransformasi pengetahuan dari pelatihan menjadi inspirasi di ruang kelas. Mereka menjadi jembatan antara konsep kebangsaan yang dipelajari di Lemhannas dengan penerapannya dalam kurikulum dan metode mengajar sehari-hari. Hal ini memperkuat relevansi materi bela negara bagi generasi muda, menjadikannya bagian dari identitas dan komitmen mereka sebagai warga negara Indonesia.