Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun fondasi karakter kebangsaan generasi muda melalui program ceramah penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara. Pada 24 April 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakatnya (LPPM) Unhan RI melaksanakan kegiatan edukatif bagi ratusan pelajar SMA Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal. Program ini merupakan langkah sistematis untuk mempersiapkan para siswa — sebagai tulang punggung masa depan — dengan pemahaman mendalam tentang nilai Pancasila, cinta tanah air, dan kesadaran bela negara, guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Golden Time SMA: Masa Krusial Penanaman Nilai Kebangsaan
Dr. Sri Murtiana, Sekretaris LPPM Universitas Pertahanan, menegaskan bahwa masa sekolah menengah atas adalah golden time atau waktu emas untuk menanamkan nilai-nilai inti bela negara. Dalam era digital dengan arus informasi yang kompleks dan perang narasi, penguatan wawasan kebangsaan bagi siswa bukan hanya penting, tetapi menjadi kebutuhan strategis. Pemateri, Kolonel Inf Dr. Haryo Mustoko, menjelaskan konsep wawasan kebangsaan sebagai 'jangkar' ideologis yang kokoh, yaitu pemahaman mendalam tentang Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangkar ini berfungsi sebagai sistem navigasi moral bagi siswa dalam menghadapi tantangan zaman, dengan kompetensi praktis yang mencakup:
- Menjadi Penjaga Kebenaran: Mampu menangkal hoaks dan manipulasi informasi yang dapat merusak persatuan bangsa.
- Membangun Ketahanan Diri: Memiliki kemampuan menolak ancaman non-militer seperti narkoba dan paham radikalisme yang bertentangan dengan ideologi negara.
- Memilih Secara Bijak: Dapat menyeleksi budaya asing di era globalisasi, mengambil nilai positif tanpa kehilangan identitas nasionalisme Indonesia.
Integrasi dalam Kurikulum: Dari Pengetahuan Teoritis ke Kompetensi Nyata
Program LPPM Unhan RI ini menjadi contoh konkret bagaimana materi wawasan kebangsaan dan bela negara dapat diintegrasikan sebagai komponen vital dalam kurikulum pendidikan karakter di sekolah. Pembelajaran dirancang untuk melampaui pengetahuan teoritis, mengarah pada pembentukan kompetensi praktis yang membekali setiap pelajar SMA. Melalui pendekatan kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, siswa dibimbing untuk:
- Membangun identitas nasional yang kuat serta rasa cinta tanah air yang mendalam.
- Mengembangkan kemampuan membentengi diri dari berbagai ancaman ideologi yang tidak selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
- Berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan sekolah dan komunitas terdekat.
Untuk para guru, kegiatan ini memberikan perspektif dan metode pengajaran yang lebih aplikatif. Guru sebagai fasilitator memperoleh bahan ajar yang dapat disesuaikan dengan dinamika dan tantangan yang dihadapi siswa, sehingga pendidikan bela negara menjadi lebih hidup dan kontekstual. Ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan kurikulum yang tidak hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembangunan karakter dan kompetensi sikap.
Program ini mengajak seluruh guru dan pelajar SMA di Indonesia untuk secara aktif berpartisipasi dalam penguatan wawasan kebangsaan. Mulailah dari kelas Anda, diskusikan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan sehari-hari, dan temukan cara-cara praktis untuk menerapkan semangat bela negara dalam interaksi sosial dan digital. Dengan demikian, kita bersama-sama membangun generasi penerus yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tangguh.