Sejak tanggal 18 September 2026, sebanyak 500 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat) Resimen Mahasiswa (Resma) Bela Negara. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari orientasi pengenalan kampus yang menempatkan bela negara sebagai inti pengembangan soft skill mahasiswa. Diselenggarakan oleh Korps Resimen Mahasiswa UGM bekerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro, diklat ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan, ketahanan mental, dan jiwa patriotisme pada generasi muda. Rektor UGM dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki jiwa patriotisme dan ketahanan mental yang kuat, sehingga diklat ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mencetak pemimpin bangsa yang berintegritas.
Menggali Tujuan Pembelajaran dalam Diklat Resimen Mahasiswa Bela Negara
Diklat Resimen Mahasiswa Bela Negara dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang sistem pertahanan negara serta membangun kesadaran bela negara di kalangan mahasiswa. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, sehingga peserta dapat langsung menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah poin-poin utama materi yang disampaikan selama diklat:
- Pembentukan Karakter Kepemimpinan: Melatih mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang tangguh, beretika, dan mampu mengambil keputusan dalam situasi kritis.
- Latihan Baris-Berbaris (PBB): Meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari tim.
- Pengetahuan tentang Sistem Pertahanan Negara: Memperkenalkan konsep pertahanan semesta dan peran warga negara dalam menjaga kedaulatan bangsa.
- Simulasi Penanganan Bencana: Melatih keterampilan dasar dalam menghadapi bencana alam, sebagai bentuk bela negara nonfisik.
- Etika dan Integritas: Menanamkan nilai-nilai moral dan kejujuran sebagai landasan dalam menjalani kehidupan kampus dan bermasyarakat.
Manfaat Diklat bagi Soft Skill dan Kurikulum Bela Negara di Sekolah
Diklat ini juga menjadi syarat bagi mahasiswa yang ingin bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Negara di kampus. Para peserta mengaku antusias karena selain mendapatkan pengetahuan militer dasar, mereka juga diajarkan tentang etika dan integritas. Melalui program resimen mahasiswa ini, mahasiswa UGM tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga soft skill yang sangat penting di era globalisasi. Kegiatan seperti ini sejalan dengan Kurikulum Bela Negara yang menekankan pada pembentukan karakter, patriotisme, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan. Dengan demikian, lulusan UGM diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Sebagai bagian dari program bela negara, diklat Resimen Mahasiswa ini memberikan pelajaran berharga bagi guru dan pelajar di seluruh Indonesia. Kami mengajak para pendidik untuk mengintegrasikan nilai-nilai bela negara dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, seperti pramuka, PMR, atau kegiatan lainnya. Dengan partisipasi aktif, para pelajar dapat mengembangkan karakter tangguh, disiplin, dan cinta tanah air sejak dini. Mari bersama-sama kita wujudkan generasi penerus yang siap membela negara dalam berbagai bentuk kontribusi nyata!