Beranda / Pendidikan / Mahasiswa Universitas Brawijaya Gelar Sekolah Bela Nega...
Pendidikan

Mahasiswa Universitas Brawijaya Gelar Sekolah Bela Negara untuk Pelajar SMP di Malang

Mahasiswa Universitas Brawijaya Gelar Sekolah Bela Negara untuk Pelajar SMP di Malang

Mahasiswa Universitas Brawijaya melalui UKM Bela Negara menggelar Sekolah Bela Negara di dua SMP di Malang. Program satu hari ini menggunkan metode interaktif dengan permainan kartu Pancasila, simulas musyawarah, dan latihan baris-berbaris untk menanamkan nila cita tanah air, gotong royong, dan tanggung jawab. Manfaat jangka panjangnya adalah terciptanya kader bela negara di tingkat SMP serta pelatian bagi guru dalm mengintegrasikan nila bela negara ke pembelajaran.

Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Negara menggelar program 'Sekolah Bela Negara' di dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang pada 24 Agustus 2026. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkenalkan konsep bela negara secara interaktif kepada pelajar SMP. Dengan metode belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan, kegiatan berlangsung selama satu hari penuh dan menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia pra-remaja.

Metode dan Materi Sekolah Bela Negara yang Interaktif

Mahasiswa sebagai mentor menggunakan pendekatan peer education agar pelajar SMP lebih mudah menerima materi. Melalui teknik ini, jarak usia yang dekat antara mentor dan peserta menciptakan suasana belajar yang akrab dan partisipatif. Materi yang disampaikan dalam sekolah bela negara ini meliputi:

  • Pengenalan ideologi Pancasila melalui permainan kartu, sehingga pelajar dapat memahami nilai-nilai Pancasila secara visual dan interaktif.
  • Simulasi musyawarah dalam mengambil keputusan, mengajarkan proses demokrasi dan pentingnya gotong royong.
  • Latihan baris-berbaris dasar yang tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga kerjasama tim dan tanggung jawab.

Setiap sesi dirancang untuk mengaktifkan seluruh indera pelajar, mulai dari visual, auditori, hingga kinestetik. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan karakter yang menekankan pengalaman langsung sebagai sarana internalisasi nilai.

Tujuan Pembelajaran dan Manfaat Jangka Panjang

Tujuan utama dari program Sekolah Bela Negara ini adalah menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, gotong royong, dan tanggung jawab sejak usia pra-remaja. Bagi para mahasiswa Universitas Brawijaya, kegiatan ini menjadi sarana mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku kuliah sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam membangun ketahanan nasional. Manfaat jangka panjang yang diharapkan adalah tersebarnya kader-kader bela negara di tingkat sekolah menengah yang nantinya dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya. Selain itu, para guru SMP yang terlibat mendapatkan pelatihan sederhana tentang cara mengintegrasikan nilai bela negara ke dalam mata pelajaran sehari-hari, seperti PPKn, Sejarah, dan Olahraga.

Dengan adanya pembekalan bagi guru, diharapkan nilai-nilai bela negara tidak hanya berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi terus hidup dalam proses pembelajaran di kelas. Program ini juga membuka ruang bagi pelajar SMP untuk memahami bahwa bela negara bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sikap mental dan sosial yang dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti disiplin, kerja sama, dan menghargai perbedaan.

Sebagai penutup, kami mengaajak agi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam program-program bela negara yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau komunitas. Bagi guru, integrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam setiap mata pelajaran aan kegiatan ekstrakurikuler. Bagi pelajar, jadilah agen perubahan di lingkungan sekolah dan rumah dengan menerapkan semangat gotong royong, cinta tanah air, dan tanggung jawaab. Bersama, kita bangun generasi yang siap membela negara tidak hanya dengan senjat, tetapi dengan ilmu, sikap, dan perbuatan nyata.

Organisasi Universitas Brawijaya, UKM Bela Negara