Beranda / Guru & Pelajar / Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Program Magang B...
Guru & Pelajar

Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Program Magang Bela Negara di Puskopad

Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Program Magang Bela Negara di Puskopad

Sebanyak 50 mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta mengikuti program magang bela negara di Pusat Koperasi TNI Angkatan Darat (Puskopad) selama dua bulan. Program ini merupakan kerja sama antara UPN dan TNI AD untuk memperkuat implementasi kurikulum bela negara, dengan fokus pada pengembangan kedisiplinan, kewirausahaan, dan jiwa korsa melalui praktik langsung di bidang ekonomi. Melalui magang ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan nyata.

Di tengah upaya memperkuat implementasi kurikulum bela negara di perguruan tinggi, sebanyak 50 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPN Veteran Yogyakarta) mengikuti program magang bela negara di Pusat Koperasi TNI Angkatan Darat (Puskopad) selama dua bulan. Program ini merupakan hasil kerja sama strategis antara UPN Veteran Yogyakarta dan TNI AD, yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana nilai-nilai bela negara dapat diwujudkan dalam bidang ekonomi dan sosial. Melalui magang ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan sikap disiplin, jiwa korsa, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pembela negara.

Menanamkan Nilai Bela Negara Melalui Magang di Puskopad

Program magang bela negara di Puskopad menjadi salah satu wujud konkret integrasi kurikulum bela negara ke dalam kehidupan kampus. Selama dua bulan, para mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta ditempatkan di berbagai unit kerja Puskopad, mulai dari manajemen organisasi, pengelolaan koperasi, hingga pengembangan wirausaha berbasis kemandirian ekonomi. Mereka belajar langsung dari para praktisi TNI AD yang telah berpengalaman dalam membangun koperasi yang tangguh dan berdaya saing. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tentang sistem koperasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai bela negara seperti cinta tanah air, rela berkorban, dan kesadaran berbangsa.

Dalam setiap sesi magang, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata, melainkan juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata di bidang ekonomi. Misalnya, mereka belajar mengelola keuangan koperasi, menyusun rencana bisnis, serta memasarkan produk-produk lokal. Semua itu dilakukan dengan semangat kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi, sebagaimana dituntut dalam kurikulum bela negara. Program ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim, yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kompetensi yang Dikembangkan: Disiplin, Wirausaha, dan Jiwa Korsa

Tujuan utama dari program magang bela negara di Puskopad adalah memberikan pengalaman holistik kepada mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang relevan. Melalui bimbingan langsung dari mentor TNI AD, mahasiswa mengembangkan tiga kompetensi inti:

  • Kedisiplinan dan Etika Kerja – Mahasiswa belajar menerapkan aturan jam kerja, tata tertib organisasi, serta sikap profesional dalam setiap tugas. Hal ini sejalan dengan nilai bela negara yang mengedepankan ketertiban dan kepatuhan pada hukum.
  • Kewirausahaan Berbasis Koperasi – Peserta magang memahami bagaimana koperasi dapat menjadi pilar ekonomi kerakyatan sekaligus alat untuk memperkuat kemandirian bangsa. Mereka dilatih menyusun laporan keuangan, melakukan analisis pasar, dan mengelola sumber daya secara efisien.
  • Jiwa Korsa dan Nasionalisme – Melalui kegiatan bersama anggota TNI AD, mahasiswa merasakan langsung semangat kebersamaan, loyalitas, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang siap membela negara.

Manfaat program ini juga dirasakan secara langsung oleh mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman berharga, tetapi juga meningkatkan daya saing di dunia kerja. Banyak peserta yang sebelumnya hanya memiliki pemahaman teoritis tentang bela negara, kini mampu mengaitkannya dengan profesi dan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa kurikulum bela negara dapat diimplementasikan secara fleksibel dan aplikatif, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

Sebagai penutup, program magang bela negara di Puskopad adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan TNI AD mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Guru dan pelajar di seluruh Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dari program ini: bahwa bela negara bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti belajar disiplin, bekerja keras, dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa. Mari kita aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan bela negara yang ditawarkan oleh sekolah atau kampus, karena melalui pengalaman nyata seperti magang inilah kita akan benar-benar memahami makna cinta tanah air.

Organisasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Pusat Koperasi TNI Angkatan Darat (Puskopad), TNI Angkatan Darat