Beranda / Pendidikan / Mendikbudristek Dorong Integrasi Bela Negara dalam Kuri...
Pendidikan

Mendikbudristek Dorong Integrasi Bela Negara dalam Kurikulum Merdeka

Mendikbudristek Dorong Integrasi Bela Negara dalam Kurikulum Merdeka

Mendikbudristek Nadiem Makarim mendorong integrasi nilai bela negara ke dalam Kurikulum Merdeka secara non-militeristik melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Langkah ini bertujuan membentuk karakter kebangsaan generasi muda melalui sikap cinta tanah air, disiplin, dan gotong royong. Guru dan pelajar diharapkan aktif menerapkan nilai tersebut dalam aktivitas sehari-hari di sekolah dan masyarakat.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim secara resmi mendorong integrasi nilai-nilai bela negara ke dalam Kurikulum Merdeka secara lebih terstruktur. Dalam sambutannya pada seminar nasional pendidikan di Jakarta, ia menegaskan bahwa bela negara bukan sekadar urusan militer, melainkan sikap cinta tanah air yang diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari seperti disiplin belajar, menjaga lingkungan, dan toleransi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat karakter kebangsaan generasi muda melalui jalur pendidikan formal, sejalan dengan konsep Merdeka Belajar yang menekankan fleksibilitas dan kreativitas.

Bela Negara dalam Bingkai Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru dan sekolah untuk merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Dalam kerangka ini, integrasi nilai bela negara tidak lagi bersifat doktrinal atau militeristik, melainkan dikembangkan sebagai kompetensi sosial dan karakter yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Mendikbudristek menekankan bahwa disiplin belajar, semangat gotong royong, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara merupakan cerminan utama dari sikap bela negara. Oleh karena itu, guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam berbagai mata pelajaran maupun kegiatan kokurikuler. Berikut adalah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui integrasi ini:

  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia.
  • Membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi informasi dan isu kebangsaan.
  • Mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di masyarakat.

Integrasi Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Salah satu wadah utama untuk mengimplementasikan nilai bela negara secara praktis adalah melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kurikulum Merdeka yang fleksibel memungkinkan guru untuk merancang proyek tematik yang mengangkat tema bela negara sesuai dengan kondisi dan potensi lokal sekolah. Contoh proyek yang disebutkan langsung oleh Mendikbudristek antara lain:

  • Kampanye anti-hoaks untuk melawan berita palsu dan memperkuat literasi digital.
  • Pengembangan produk lokal sebagai wujud cinta terhadap produk dalam negeri.
  • Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar untuk menumbuhkan gotong royong.

Proyek-proyek ini tidak hanya membangun kesadaran bela negara, tetapi juga melatih keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital. Untuk memudahkan para guru dalam merancang dan menjalankan proyek tersebut, Kemendikbudristek akan segera menerbitkan buku panduan khusus yang berisi contoh kegiatan, rubrik penilaian, serta strategi integrasi lintas mata pelajaran. Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang menilai bahwa pendekatan non-militeristik sangat relevan bagi dunia pendidikan. Dengan panduan yang jelas, guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai bela negara secara terukur dan menyenangkan, tanpa menghilangkan esensi kebangsaan.

Dengan integrasi yang terstruktur ini, para guru dan pelajar diharapkan dapat menjadikan nilai bela negara sebagai bagian dari keseharian. Guru dapat merancang pembelajaran kreatif melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sementara pelajar dapat mengaplikasikan sikap cinta tanah air dalam tindakan nyata—mulai dari disiplin belajar hingga partisipasi dalam kegiatan sosial. Mari bersama kita wujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan yang kuat, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka yang membebaskan potensi setiap anak bangsa.

Tokoh Nadiem Makarim
Organisasi Kemendikbudristek, PGRI