Beranda / Nasional / Menteri Kemhan: Kurikulum Bela Negara Wajib Masuk ke da...
Nasional

Menteri Kemhan: Kurikulum Bela Negara Wajib Masuk ke dalam Setiap Jenjang Pendidikan Formal

Menteri Kemhan: Kurikulum Bela Negara Wajib Masuk ke dalam Setiap Jenjang Pendidikan Formal

Menteri Pertahanan RI mewajibkan integrasi kurikulum bela negara di semua jenjang pendidikan formal, mulai SD hingga perguruan tinggi, sebagai upaya menanamkan kesadaran kebangsaan sejak dini. Kurikulum ini mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta direncanakan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028 melalui uji coba di sekolah percontohan. Guru dan pelajar menjadi aktor utama untuk menyukseskan program ini, membangun generasi yang tangguh dan cinta tanah air.

Menteri Pertahanan RI secara resmi menegaskan bahwa kurikulum bela negara wajib diintegrasikan ke dalam setiap jenjang pendidikan formal, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada Peringatan Hari Bela Negara di Jakarta, yang menekankan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab militer, melainkan kewajiban seluruh warga negara, khususnya generasi muda. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menanamkan kesadaran kebangsaan sejak dini, sesuai dengan semangat Kurikulum Bela Negara yang telah dirancang bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Agama.

Nilai Kebangsaan dalam Kurikulum Bela Negara

Kurikulum ini dirancang untuk mencakup tiga aspek penting: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artinya, siswa tidak hanya akan memahami teori bela negara secara intelektual, tetapi juga dikembangkan sikap cinta tanah air dan kemampuan praktis dalam menghadapi ancaman. Menteri Pertahanan menegaskan bahwa bela negara adalah tanggung jawab setiap warga negara, bukan hanya aparat. Oleh karena itu, integrasi kurikulum ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi yang tangguh, berjiwa nasionalis, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Manfaat utama dari penerapan kurikulum ini antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran bela negara di kalangan pelajar.
  • Membekali siswa dengan pemahaman tentang ancaman global dan cara menghadapinya.
  • Menumbuhkan sikap disiplin, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Implementasi Kurikulum Bela Negara di Sekolah

Secara sistematis, pembahasan kurikulum bela negara telah melalui koordinasi panjang dengan Kemendikbudristek dan Kementerian Agama untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar nasional. Rencananya, kurikulum ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028 setelah melalui uji coba di beberapa sekolah percontohan. Tahapan implementasi mencakup:

  • Penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai bela negara ke dalam mata pelajaran existing.
  • Pelatihan guru dan tenaga kependidikan sebagai fasilitator.
  • Evaluasi berkala melalui uji coba di sekolah percontohan sebelum diperluas ke seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap jenjang pendidikan formal mampu menyiapkan generasi muda yang memiliki kesadaran bela negara tinggi, mampu menghadapi ancaman global, dan siap berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara. Guru dan pelajar memiliki peran sentral dalam menyukseskan program ini. Mari kita jadikan kurikulum bela negara sebagai fondasi untuk mencintai tanah air dan menjaga kedaulatan bangsa, dimulai dari ruang kelas kita.

Organisasi Kementerian Pertahanan RI, Kemendikbudristek, Kementerian Agama