Pelaksanaan Latihan Bela Negara bagi mahasiswa baru menjadi salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di perguruan tinggi. UPN Veteran Jakarta, melalui Resimen Mahasiswa (Menwa) yang berperan sebagai garda depan pendidikan bela negara, baru-baru ini menyelenggarakan latihan intensif bagi 400 mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 ini merupakan bagian integral dari orientasi kemahasiswaan yang diwajibkan oleh universitas. Para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan kedisiplinan, tetapi juga diajak untuk memahami esensi bela negara sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing.
Tujuan Pembentukan Karakter Bela Negara
Menurut Komandan Menwa UPN Veteran Jakarta, Letkol (Purn.) Agus Prasetyo, kegiatan ini bertujuan membentuk kader bangsa yang unggul, disiplin, berjiwa nasionalis, dan siap membela negara. Bela negara tidak selalu dimaknai secara militer, tetapi dapat diwujudkan melalui keahlian dan profesi yang ditekuni setiap individu. Oleh karena itu, mahasiswa baru perlu dibekali pemahaman akan tanggung jawab sebagai warga negara. Materi yang diberikan mencakup:
- Peraturan baris-berbaris (PBB) yang menjadi latihan dasar kedisiplinan.
- Pengetahuan tentang bahaya radikalisme dan narkoba sebagai ancaman ideologi bangsa.
- Wawasan kebangsaan yang disampaikan melalui diskusi interaktif, sehingga mahasiswa dapat bertukar pikiran tentang peran mereka dalam menjaga keutuhan NKRI.
Pengalaman Belajar yang Membangun Semangat Kebangsaan
Untuk memperkuat materi yang telah dipelajari, peserta diajak mengunjungi Museum Satria Mandala, tempat yang menyimpan sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di museum ini, para mahasiswa baru dapat melihat langsung bukti pengorbanan para pahlawan dan memahami konteks bela negara dari masa ke masa. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, setiap peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat bela negara. Sertifikat ini diakui sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung pengembangan diri dan menjadi nilai tambah dalam rekam jejak kemahasiswaan.
Para peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga tentang arti bela negara secara nyata. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung berupa disiplin baris-berbaris dan kunjungan edukatif ke museum. Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi bekal awal untuk mengembangkan sikap nasionalisme dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Guru dan pelajar di seluruh Indonesia dapat mencontoh program ini dengan mengadakan kegiatan serupa di lingkungan sekolah maupun kampus. Melalui latihan bela negara, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan, generasi muda akan lebih siap menjaga kedaulatan bangsa. Partisipasi aktif dalam program bela negara merupakan wujud cinta tanah air yang dapat dimulai sejak dini. Integrasi nilai-nilai bela negara dalam kurikulum pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi yang tangguh dan berkarakter kebangsaan.