Anggota MPR RI Iyeth Bustami kembali menegaskan bahwa guru adalah garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar bersama Komunitas Biru Nusantara di Kota Bekasi. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila di tengah derasnya arus disrupsi digital. Menurut Iyeth, empat pilar — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — bukan sekadar hafalan yang diujikan di kelas, melainkan kompas etika dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengkhawatirkan dampak negatif media sosial terhadap anak-anak yang secara mental masih labil dan mudah terpengaruh konten negatif. Di sinilah peran guru menjadi sangat vital sebagai pembimbing yang mampu menyaring informasi dan menanamkan nilai-nilai luhur.
Empat Pilar sebagai Kompas Etika di Era Digital
Dalam sosialisasi tersebut, Iyeth Bustami menekankan bahwa empat pilar harus dijadikan pedoman nyata, bukan hanya materi pelajaran. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah derasnya informasi dari media sosial yang dapat merusak moral generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang mengakar pada Pancasila menjadi kebutuhan mendesak. Berikut adalah beberapa poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi:
- Empat Pilar berfungsi sebagai benteng moral dalam menghadapi hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya.
- Guru harus menjadi penyambung lidah yang efektif antara nilai-nilai kebangsaan dan praktik sehari-hari siswa, terutama dalam penggunaan media sosial.
- Siswa perlu dibekali kemampuan kritis dan etika digital agar dapat memilah informasi yang sehat dan membangun.
Peran Guru dalam Membentengi Siswa dengan Pendidikan Karakter
Iyeth Bustami menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membimbing dan membentengi siswa dengan nilai-nilai agama serta budi pekerti luhur. Guru diharapkan mampu mengingatkan peserta didik untuk menjaga tutur kata dan sikap di media sosial. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi benteng moral yang kokoh bagi generasi muda dalam menghadapi arus disrupsi digital. Implementasi nilai-nilai ini harus dimulai dari lingkungan sekolah dan kemudian dibawa ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai ajakan edukatif, mari kita — para guru dan pelajar — aktif berpartisipasi dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dan empat pilar lainnya. Jadikan setiap momen pembelajaran sebagai kesempatan untuk memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran bela negara. Dengan bersikap kritis, santun, dan cinta tanah air di dunia digital maupun nyata, kita telah turut menjaga keutuhan NKRI. Selamat belajar dan menginspirasi!