Mulai Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelar program pembinaan karakter bagi pelajar SMA/SMK dengan melibatkan personel TNI. Sebanyak 600 hingga 1.000 siswa akan mengikuti kegiatan selama dua hari satu malam di tiga markas TNI, yakni Yonif 320/Badak Putih di Pandeglang, Batalyon Kavaleri 9 di Tangerang Selatan, dan Grup 1 Kopassus di Serang. Program ini menjadi langkah nyata dunia pendidikan dalam menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air melalui pengalaman langsung di lingkungan barak.
Pembinaan Karakter ala TNI: Bukan Latihan Militer, Melainkan Sekolah Kehidupan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaluddin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan pendidikan militer atau latihan fisik ala prajurit. Pendekatan yang digunakan justru menyerupai pembentukan karakter dalam kepramukaan, dengan pola yang disesuaikan usia dan kebutuhan siswa. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kesadaran bela negara dalam konteks yang ramah pelajar. Dengan demikian, siswa tidak diajak menjadi 'serdadu', melainkan diajak memahami arti kehidupan terstruktur, kerja sama, dan ketangguhan mental.
Program ini menyasar dua kelompok siswa, yaitu mereka yang memiliki tingkat kehadiran rendah dan siswa dengan potensi kepemimpinan seperti pengurus OSIS dan MPK. Bagi siswa yang jarang masuk sekolah, pengalaman di barak TNI diharapkan mampu membangkitkan motivasi dan disiplin diri. Sementara bagi pengurus OSIS dan MPK, kegiatan ini menjadi ajang penguatan jiwa kepemimpinan dan keteladanan yang nantinya bisa mereka tularkan ke sekolah masing-masing.
Beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui program pembinaan karakter di barak TNI antara lain:
- Menanamkan nilai kedisiplinan dan kepatuhan pada aturan tanpa menghilangkan kreativitas pelajar.
- Melatih kemandirian dan tanggung jawab pribadi melalui aktivitas sehari-hari di lingkungan barak.
- Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan solidaritas kelompok melalui kerja sama antar siswa.
- Memberikan pemahaman kontekstual tentang bela negara, cinta tanah air, dan kesadaran berbangsa.
- Menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang interaktif dan berdampak nyata bagi pembentukan karakter.
Sinergi TNI dan Sekolah dalam Kurikulum Bela Negara
Bagi dunia pendidikan, program ini merupakan contoh konkret bagaimana institusi pertahanan dapat berkolaborasi dengan sekolah dalam pembinaan karakter siswa. Ketika kurikulum bela negara selama ini lebih banyak disampaikan secara teoretis di ruang kelas, kehadiran program di barak TNI memberikan dimensi pengalaman langsung. Siswa tidak hanya mendengar cerita tentang disiplin, tetapi juga merasakan bagaimana hidup terstruktur, bangun pagi, mengatur waktu, dan bekerja sama dalam tim. Ini sejalan dengan semangat kurikulum merdeka yang mendorong pembelajaran kontekstual dan berdampak bagi pengembangan profil pelajar Pancasila.
Metode pembelajaran di luar kelas seperti ini sangat efektif untuk menanamkan nilai cinta tanah air. Dengan tinggal dua hari satu malam di barak TNI, siswa akan melihat langsung kehidupan prajurit yang disiplin, sederhana, dan penuh pengabdian. Mereka juga akan diajak berinteraksi dengan personel TNI yang menjadi figur keteladanan. Pengalaman ini diharapkan menumbuhkan rasa hormat, bangga, dan cinta terhadap tanah air tanpa harus mengorbankan sisi kemanusiaan dan kebinekaan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk menekankan bahwa bela negara bukan hanya identik dengan angkat senjata. Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa, dan kesiapan membela negara. Dalam konteks pelajar, bela negara dapat diwujudkan melalui belajar sungguh-sungguh, mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru dan teman, serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Program di barak TNI ini menjadi penguat bahwa nilai-nilai tersebut bisa dilatih dan dibiasakan sejak dini.
Bagi para guru, program ini membuka wawasan bahwa pembelajaran karakter tidak harus selalu terjadi di dalam kelas. Lingkungan sekitar, termasuk institusi TNI, dapat menjadi laboratorium karakter yang sangat kaya. Guru diharapkan mampu menjembatani pengalaman siswa di barak dengan materi pelajaran di sekolah, misalnya melalui refleksi, jurnal harian, atau diskusi kelompok. Dengan begitu, nilai-nilai yang diperoleh siswa tidak hilang begitu saja setelah kegiatan usai.
Kepada para pelajar di Banten dan seluruh Indonesia, mari sambut baik program pembinaan karakter seperti ini. Jadikan setiap pengalaman berharga, termasuk tinggal di barak TNI, sebagai momentum untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan cinta tanah air. Bagi sekolah yang belum mendapat kesempatan, semangat pembinaan karakter ini bisa diwujudkan melalui kegiatan kepramukaan, latihan dasar kepemimpinan, atau kegiatan ekstrakurikuler lain yang menanamkan nilai bela negara. Karena pada akhirnya, masa depan bangsa ini ditentukan oleh generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, dan siap membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.