Pendidikan bela negara mendapatkan perhatian strategis dari Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Faridah Riyadi, melalui kuliah umum di Universitas Negeri Malang yang menekankan integrasi konsep kontemporer dalam kurikulum pendidikan tinggi. Program ini didesain untuk mempersiapkan generasi muda, khususnya mahasiswa, dengan pemahaman komprehensif bahwa bela negara di era modern mencakup multidimensi—tidak hanya aspek kemiliteran, tetapi juga penguatan ketahanan nasional melalui bidang ideologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sebagai calon pemimpin bangsa, internalisasi nilai-nilai ini melalui jalur akademik diharapkan dapat membentuk karakter tangguh dan berdaya saing.
Empat Pilar Bela Negara Kontemporer sebagai Fondasi Pendidikan
Dalam paparannya yang sistematis dan edukatif, Pangdam V/Brawijaya merinci empat pilar bela negara yang relevan dengan konteks kekinian dan harus menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum maupun kegiatan pembelajaran. Keempat pilar ini dirancang untuk membangun kesadaran berjenjang, mulai dari tingkat keluarga, sekolah, hingga perguruan tinggi, melalui pendekatan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Berikut adalah keempat pilar tersebut:
- Cinta Tanah Air: Menumbuhkan rasa bangga, loyalitas, dan komitmen terhadap bangsa dan negara melalui pemahaman sejarah, budaya, dan potensi nasional.
- Kesadaran Berbangsa dan Bernegara: Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.
- Keyakinan pada Pancasila: Menanamkan Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup yang mengarahkan perilaku dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi tantangan global.
- Kerelaan Berkorban untuk Negara: Mengembangkan sikap siap berkontribusi, baik secara fisik maupun non-fisik, untuk kemajuan dan ketahanan bangsa.
Keempat pilar ini tidak hanya menjadi materi ajar, tetapi juga perlu diinternalisasi melalui metode pembelajaran aktif, diskusi kasus, dan proyek kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dalam konteks nyata. Peran dunia akademik, termasuk dosen dan tenaga kependidikan, menjadi krusial dalam merumuskan pendekatan pedagogis yang relevan dengan dinamika zaman.
Peran Universitas dalam Mengembangkan Modul dan Mata Kuliah Wawasan Kebangsaan
Kuliah umum ini diharapkan menjadi pemicu inisiatif bagi civitas akademika untuk mengembangkan modul atau mata kuliah khusus tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. Universitas Negeri Malang, sebagai institusi pendidikan, memiliki tanggung jawab untuk merancang kurikulum yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik dalam membentuk karakter mahasiswa. Modul yang dikembangkan dapat mencakup:
- Analisis ancaman non-fisik seperti penyebaran paham radikal, hoaks, dan narkoba.
- Strategi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
- Studi kasus ketahanan nasional dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
- Proyek pengabdian masyarakat yang mengimplementasikan nilai-nilai bela negara.
Bagi mahasiswa, pemahaman ini menjadi bekal penting untuk berkontribusi aktif dalam menjaga keutuhan bangsa dan menghadapi tantangan kompleks di masa depan. Pendidikan bela negara dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang yang tidak hanya membentuk generasi tangguh secara mental dan spiritual, tetapi juga siap menghadapi dinamika perubahan global. Kolaborasi antara institusi militer seperti Pangdam V/Brawijaya dengan perguruan tinggi membuka ruang sinergi untuk pengembangan materi pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif.
Sebagai penutup, kami mengajak para guru, dosen, dan pelajar untuk aktif berpartisipasi dalam program pendidikan bela negara dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas belajar-mengajar sehari-hari. Mulailah dari hal sederhana seperti diskusi kelompok tentang sejarah perjuangan bangsa, analisis isu terkini yang mengancam persatuan, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial yang mencerminkan cinta tanah air. Dengan demikian, kita bersama-sama dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, nasionalis, dan siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia.