Beranda / Bela Negara / Pangdam XXI/Radin Inten Ingatkan Mahasiswa Tak Mudah Te...
Bela Negara

Pangdam XXI/Radin Inten Ingatkan Mahasiswa Tak Mudah Terprovokasi Berita Bohong

Pangdam XXI/Radin Inten Ingatkan Mahasiswa Tak Mudah Terprovokasi Berita Bohong

Sebanyak 9.450 mahasiswa baru Universitas Lampung mengikuti pembekalan "Bela Negara Zaman Now" dalam PKKMB 2026. Program ini menanamkan nilai-nilai dasar bela negara dan mendorong mahasiswa menjadi kritis terhadap berita bohong di media digital. Kegiatan ini menegaskan bahwa literasi media merupakan bentuk bela negara non-fisik yang penting untuk menjaga ketahanan nasional.

Sebanyak 9.450 mahasiswa baru Universitas Lampung mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) 2026 dengan menerima pembekalan bertajuk "Bela Negara Zaman Now". Kegiatan yang menjadi bagian dari kurikulum pengenalan kampus ini menyisipkan pendidikan wawasan kebangsaan secara sistematis. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa medan bela negara tidak lagi terbatas pada pertempuran fisik, melainkan telah berkembang luas ke ruang digital yang setiap hari mereka jelajahi melalui media sosial dan platform daring lainnya.

Nilai Dasar Bela Negara yang Diaktualisasikan di Ruang Digital

Dalam sesi pembekalan, Pangdam XXI/Radin Inten mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks yang marak beredar di media digital. Pesan ini menjadi penting karena mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional. Nilai-nilai dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara, perlu diaktualisasikan dalam konteks kekinian, salah satunya melalui sikap kritis dan bertanggung jawab saat berinteraksi dengan informasi di dunia digital.

Adapun nilai-nilai dasar bela negara yang ditekankan dalam kegiatan ini meliputi:

  • cinta tanah air;
  • sadar berbangsa dan bernegara;
  • setia kepada Pancasila;
  • rela berkorban; dan
  • memiliki kemampuan awal bela negara.

Kelima nilai tersebut diaktualisasikan dalam konteks kekinian, di mana kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memilah dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Dengan demikian, mahasiswa telah menjalankan peran bela negara non-fisik yang sangat dibutuhkan di era digital.

Literasi Media: Benteng Pertahanan dari Hoaks dan Disinformasi

Di era digital, ancaman terhadap keutuhan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk serangan fisik. Hoaks dan disinformasi yang menyebar melalui media sosial dapat memecah belah persatuan serta merusak kepercayaan masyarakat kepada negara. Oleh karena itu, literasi media menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh pelajar dan mahasiswa. Dengan membekali diri dengan kemampuan literasi media, mahasiswa dapat memilah informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong.

Program pembekalan "Bela Negara Zaman Now" di Universitas Lampung ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan wawasan kebangsaan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pengenalan kampus. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diarahkan untuk mempraktikkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di ruang digital. Kegiatan ini sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang tangguh secara mental dan intelektual dalam menghadapi dinamika informasi yang semakin kompleks.

Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, program ini memberikan pelajaran berharga bahwa bela negara dapat dimulai dari langkah sederhana: berpikir kritis sebelum mempercayai dan membagikan informasi. Mari kita jadikan literasi media sebagai kebiasaan sehari-hari agar terhindar dari jerat hoaks dan disinformasi. Dengan demikian, kita semua turut berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan nasional di era digital.

Organisasi Universitas Lampung