Pelatihan 'Guru Penggerak Bela Negara' Angkatan II Dibuka di Lombok
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) bersama Kementerian Pendidikan membuka secara resmi Pelatihan 'Guru Penggerak Bela Negara' Angkatan II di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pelatihan intensif selama satu minggu ini diikuti oleh 100 guru dari berbagai daerah di Indonesia Timur, dengan tujuan mencetak kader pendidik yang mampu menjadi motor penggerak pendidikan bela negara di sekolah masing-masing. Kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif, menggabungkan aspek pedagogi, wawasan kebangsaan, dan manajemen program.
Struktur materi pelatihan terdiri dari empat modul utama. Modul A membahas fondasi ideologi bangsa dan dinamika ancaman nasional terkini. Modul B berfokus pada metodologi pembelajaran aktif dan kreatif untuk menyampaikan materi kebangsaan kepada siswa dengan beragam gaya belajar. Modul C mengajarkan teknik membangun kemitraan dengan komunitas, TNI/Polri, dan organisasi kepememudaan untuk mendukung program bela negara di sekolah. Modul D adalah praktik penyusunan rencana aksi dan proyek nyata yang akan dilaksanakan peserta setelah kembali ke sekolah.
Pelatihan ini diharapkan menghasilkan multiplier effect yang signifikan. Setiap guru penggerak yang telah dilatih diharapkan dapat membina setidaknya sepuluh guru lainnya di wilayahnya dan mengimplementasikan minimal satu program bela negara di sekolahnya. Dengan pendekatan train the trainer seperti ini, penyebaran nilai-nilai kebangsaan dan ketahanan nasional melalui pendidikan dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan, menciptakan jaringan guru yang solid dan berkomitmen untuk membentuk karakter generasi muda Indonesia.