Beranda / Guru & Pelajar / Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 Dibu...
Guru & Pelajar

Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 Dibuka di Lembang

Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 Dibuka di Lembang

Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 bertujuan mencetak kader guru yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam pembelajaran di sekolah. Melalui pendekatan bertahap dari konsep hingga praktik, program ini membekali guru dengan keterampilan untuk menjadi agen perubahan dalam membangun karakter kebangsaan peserta didik.

Sebagai wujud komitmen strategis pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter, Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara (GPBN) Angkatan ke-5 resmi dibuka di Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter) Lembang, Jawa Barat. Program kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Kemendikbudristek ini menyasar 150 guru dari 34 provinsi, mencakup semua jenjang pendidikan dari SD hingga SMA/SMK, dengan tujuan mencetak kader guru penggerak yang mampu menjadi motor utama dalam menanamkan nilai-nilai bela negara secara praktis di lingkungan sekolah.

Pendekatan Bertahap: Dari Pemahaman Konsep Hingga Praktik Nyata

Agar proses transfer pengetahuan dan keterampilan berjalan efektif, materi pelatihan ini dirancang dalam tiga modul utama yang berjenjang dan sistematis. Pendekatan ini memungkinkan peserta, yang merupakan calon guru penggerak, tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga mampu mengadaptasikannya dalam konteks pembelajaran yang nyata di kelas. Modul-modul tersebut dirancang sebagai fondasi untuk membangun kompetensi yang komprehensif dalam mengajarkan nilai-nilai bela negara.

  • Modul 1: Fondasi Konseptual — Memperdalam pemahaman mengenai esensi bela negara dan ketahanan nasional berdasarkan landasan hukum, terutama Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Modul ini menjadi dasar filosofis bagi seluruh tindak lanjut edukatif.
  • Modul 2: Metodologi Pembelajaran Kontekstual — Berfokus pada teknik mengubah konsep abstrak menjadi aktivitas kelas dan kegiatan sekolah yang menarik, sesuai usia peserta didik, serta relevan dengan konteks sosial-budaya lokal di mana sekolah berada.
  • Modul 3: Praktik dan Simulasi Lapangan — Melibatkan peserta dalam kegiatan outbound edukatif dan manajemen proyek kebangsaan, yang bertujuan mengasah keterampilan fasilitasi dan kepemimpinan mereka dalam menggerakkan komunitas sekolah.

Peran Guru Penggerak: Menjadi Agen Perubahan dalam Ekosistem Sekolah

Setelah menyelesaikan program intensif selama dua minggu ini, para Guru Penggerak Bela Negara akan memegang peran strategis untuk mengoperasionalkan nilai-nilai kebangsaan dalam ekosistem sekolah. Peran ini dirancang secara sistematis agar guru tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi benar-benar menjadi agen perubahan pendidikan yang menginspirasi. Mereka bertugas untuk mengintegrasikan semangat cinta tanah air ke dalam kurikulum dan budaya sekolah secara menyeluruh.

Secara spesifik, peran mereka dapat dijabarkan dalam tiga fungsi utama. Pertama, sebagai Fasilitator Pembelajaran, mereka bertugas membimbing siswa untuk memahami dan menghayati nilai cinta tanah air melalui metode pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan dialogis. Kedua, sebagai Inovator Kegiatan Sekolah, mereka bertanggung jawab merancang kegiatan khas sekolah yang mengintegrasikan semangat bela negara, seperti proyek kebangsaan atau kajian sejarah lokal. Ketiga, sebagai Konektor dengan Pemangku Kepentingan, mereka berperan menjembatani sekolah dengan komunitas dan instansi terkait untuk memperkuat jejaring pendidikan bela negara.

Untuk mendukung keberlanjutan program, seluruh peserta juga diberikan akses ke portal digital yang berfungsi sebagai bank materi dan forum diskusi bagi para alumni. Jaringan pembelajaran yang terbentuk ini diharapkan dapat terus berkembang pasca-pelatihan, menciptakan komunitas praktisi yang saling mendukung dalam mengimplementasikan kurikulum bela negara di seluruh Indonesia.

Bagi para guru dan pelajar, inisiatif ini mengajak kita untuk melihat bela negara tidak hanya sebagai konsep abstrak, tetapi sebagai nilai hidup yang dapat diwujudkan dalam tindakan sehari-hari di sekolah. Mari kita dukung dan ikuti jejak para guru penggerak ini dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kebangsaan, berpikir kritis tentang isu bangsa, dan menjadikan rasa cinta tanah air sebagai fondasi dalam setiap langkah belajar dan mengajar kita.