Beranda / Guru & Pelajar / Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 Dibu...
Guru & Pelajar

Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 Dibuka di Lemhanas

Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 Dibuka di Lemhanas

Lemhanas membuka Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 yang diikuti 150 guru dari berbagai daerah. Program dua minggu ini membekali peserta dengan materi ketahanan nasional, geopolitik, dan metode pembelajaran kreatif. Guru yang terlatih diharapkan mampu menjadi motor penggerak nilai bela negara di sekolah dan menciptakan efek berganda bagi ribuan siswa.

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) secara resmi membuka Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Angkatan ke-5 pada awal bulan ini. Sebanyak 150 guru dari berbagai daerah di Indonesia terpilih untuk mengikuti program intensif selama dua minggu. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat kesadaran bela negara di lingkungan pendidikan, khususnya melalui peran guru sebagai ujung tombak pembentukan karakter generasi muda. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk menjadi motor penggerak nilai-nilai kebangsaan di sekolah masing-masing.

Materi Pelatihan: Membangun Pemahaman Ketahanan Nasional dan Geopolitik

Selama pelatihan, para guru mendapatkan materi yang dirancang secara sistematis untuk membangun wawasan kebangsaan yang utuh. Beberapa topik utama yang disampaikan meliputi:

  • Konsep Ketahanan Nasional: Memahami elemen-elemen penting dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara dari berbagai ancaman.
  • Geopolitik Indonesia: Mempelajari posisi strategis Indonesia di kancah global serta tantangan yang dihadapi sebagai negara kepulauan.
  • Metode Pembelajaran Bela Negara: Teknik kreatif dan interaktif untuk menyampaikan nilai-nilai bela negara kepada siswa sesuai dengan konteks daerah masing-masing.
  • Teknik Komunikasi Efektif: Cara menyampaikan pesan kebangsaan secara jelas, inspiratif, dan mudah diterima oleh generasi muda.

Selain sesi teori, peserta juga terlibat dalam simulasi dan diskusi kasus tentang ancaman nyata terhadap NKRI, seperti radikalisme, disintegrasi bangsa, dan hoaks. Melalui kegiatan ini, guru dilatih untuk menganalisis situasi dan merancang strategi pembelajaran yang relevan dengan kondisi siswa di daerahnya. Materi praktikum juga mencakup penyusunan rencana aksi (action plan) yang akan diterapkan di sekolah setelah pelatihan selesai.

Peran Guru Penggerak: Integrasi Nilai Bela Negara dalam Pembelajaran

Setelah menyelesaikan program, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan materi bela negara ke dalam mata pelajaran yang diampu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, guru matematika dapat menyisipkan contoh soal yang berkaitan dengan data demografi atau pertahanan, sementara guru bahasa Indonesia bisa mengajak siswa menulis esai tentang cinta tanah air. Keberadaan Guru Penggerak Bela Negara ini dirancang untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect)—setiap guru yang terlatih diharapkan dapat menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan kepada ribuan siswa di sekolahnya. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun fondasi pertahanan negara yang kokoh melalui dunia pendidikan.

Dengan demikian, pelatihan guru penggerak bela negara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana transformasi pembelajaran. Guru tidak lagi sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi teladan dan fasilitator yang mampu menanamkan kesadaran bela negara secara kontekstual dan kreatif. Untuk itu, kami mengajak seluruh guru dan pelajar di Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam setiap program bela negara yang diselenggarakan di sekolah masing-masing. Mari bersama-sama menjaga keutuhan NKRI melalui pendidikan yang berbasis nilai-nilai kebangsaan.

Organisasi Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia