Beranda / Pendidikan / Pelatihan 'Guru Penggerak Bela Negara' Angkatan Pertama...
Pendidikan

Pelatihan 'Guru Penggerak Bela Negara' Angkatan Pertama Dimulai

Pelatihan 'Guru Penggerak Bela Negara' Angkatan Pertama Dimulai

Program Guru Penggerak Bela Negara angkatan pertama resmi diluncurkan untuk mencetak guru sebagai agent of change di sekolah. Melalui pelatihan blended learning selama enam bulan, guru dibekali kemampuan menanamkan nilai kebangsaan secara kreatif. Program ini diharapkan memperkuat karakter nasionalisme dan bela negara di kalangan pelajar Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan pelatihan khusus bertajuk 'Guru Penggerak Bela Negara' angkatan pertama pada awal tahun ini. Program ini merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan Kurikulum Bela Negara yang telah diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional. Sebanyak 250 guru dari berbagai jenjang dan daerah yang telah lolos seleksi ketat menjadi peserta perdana pelatihan ini. Tujuan utamanya adalah mencetak guru sebagai agent of change yang mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air secara kreatif di lingkungan sekolah.

Guru Penggerak: Agen Perubahan Pendidikan Karakter di Sekolah

Program Guru Penggerak Bela Negara dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan karakter di era digital. Guru tidak hanya dituntut mengajar materi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk sikap disiplin, gotong royong, dan nasionalisme. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan merancang pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal dan isu kekinian. Dengan demikian, setiap sekolah diharapkan memiliki figur agent of change yang mampu menggerakkan komunitasnya menuju budaya bela negara yang nyata.

Ada tiga peran utama yang akan dijalankan oleh Guru Penggerak Bela Negara di sekolah masing-masing:

  • Teladan Nilai Bela Negara: Menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
  • Fasilitator Pembelajaran Kreatif: Mengintegrasikan nilai bela negara melalui metode proyek, diskusi, seni, dan olahraga yang menyenangkan.
  • Katalisator Kolaborasi: Menjembatani kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam kegiatan berbasis kearifan lokal.

Kurikulum Pelatihan: Membangun Kompetensi Guru yang Adaptif dan Kontekstual

Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara berlangsung selama enam bulan dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan luring. Materi disusun secara sistematis agar guru mampu mengaplikasikan konsep bela negara dalam situasi nyata di sekolah. Setiap modul dirancang untuk mengasah pemahaman filsafat kebangsaan sekaligus keterampilan praktis mengelola proyek perubahan. Pendekatan ini memastikan bahwa pelatihan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi langsung berdampak pada pembelajaran di kelas.

Berikut adalah modul inti yang dipelajari dalam pelatihan ini:

  • Filsafat dan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara: Mendalami konsep bela negara sebagai kewajiban warga negara yang kontekstual.
  • Metodologi Pembelajaran Bela Negara yang Menyenangkan: Teknik mengajar interaktif yang melibatkan siswa secara aktif.
  • Literasi Digital dan Kontra Narasi Radikalisme: Membekali guru melawan hoaks dan paham ekstrem di ruang digital.
  • Perancangan Projek Kolaborasi Sekolah-Masyarakat: Merancang kegiatan berbasis kearifan lokal yang memperkuat rasa kebangsaan.

Setiap peserta didampingi oleh fasilitator berpengalaman untuk merancang dan menerapkan proyek perubahan di sekolah masing-masing. Hasil proyek ini akan menjadi model pembelajaran bela negara yang bisa direplikasi oleh sekolah lain di seluruh Indonesia.

Sebagai penutup, mari kita semua—guru dan pelajar—aktif berpartisipasi dalam program bela negara ini. Guru sebagai agent of change di sekolah, dan pelajar sebagai generasi penerus yang siap menjaga kedaulatan bangsa. Dengan semangat kebangsaan, kita bangun Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat.

Organisasi Kemendikbudristek