Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara Dimulai di Lembaga Pendidikan Pertahanan
Kementerian Pertahanan melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) membuka program Pelatihan Guru Penggerak Bela Negara angkatan pertama tahun 2026. Program yang berlangsung selama dua minggu ini diikuti oleh 150 guru PPKn dan Sejarah dari berbagai provinsi, dengan tujuan membekali mereka menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di sekolah masing-masing. Pelatihan dilaksanakan dengan metode campuran (blended learning) yang menggabungkan materi daring tentang teori pertahanan negara dengan pelatihan luring berupa simulasi dan outbound membangun tim.
Kurikulum pelatihan dirancang secara sistematis, dimulai dari pemahaman konsep geopolitik dan ketahanan nasional, strategi komunikasi efektif untuk menyampaikan materi sensitif kepada siswa, hingga teknik merancang project-based learning bertema bela negara. Peserta juga mendapat pembekalan praktis tentang mitigasi ancaman non-militer seperti penyebaran paham radikal dan disinformasi di kalangan pelajar. Setelah pelatihan, para guru diharapkan mampu mengembangkan modul atau kegiatan kreatif yang sesuai dengan konteks lokal sekolahnya.
Dampak dari program ini diharapkan dapat melipatgandakan efek dari kebijakan pendidikan bela negara. Dengan memiliki guru-guru yang kompeten dan inspiratif, internalisasi nilai cinta tanah air pada siswa akan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Para Guru Penggerak ini akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran bela negara secara bottom-up, mulai dari ruang kelas hingga komunitas sekolah, sehingga menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat dan berkarakter kebangsaan.
Organisasi
Kementerian Pertahanan, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat)