Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, melangkah lebih dalam dalam membangun generasi muda dengan menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD). Program ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah langkah strategis dalam kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan literasi, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya lokal Minangkabau. Dengan fokus pada pelajar sebagai peserta utama, lomba ini dirancang sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta memperkuat rasa percaya diri sejak usia dini.
Membangun Karakter Generasi Unggul melalui Literasi dan Budaya
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dharmasraya, M Syukri, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing. Dalam konteks kurikulum bela negara, kemampuan literasi dan komunikasi yang baik adalah kompetensi dasar yang membentuk kesadaran kolektif dan kemampuan menyampaikan nilai-nilai positif. Lomba Bertutur ini dirancang dengan tujuan pembelajaran yang sistematis:
- Meningkatkan kemampuan literasi dan komunikasi efektif sebagai bagian dari kompetensi dasar pelajar.
- Menanamkan pendidikan karakter melalui keberanian berbicara di depan umum dan penghargaan terhadap prestasi.
- Memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal serta budaya bertutur Minangkabau sebagai bentuk bela negara melalui budaya.
- Membangun rasa percaya diri dan identitas sebagai generasi muda Dharmasraya yang unggul.
Melalui pendekatan ini, lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga transformasi menjadi ruang belajar yang mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal dalam proses pendidikan.
Pelaksanaan dan Partisipasi sebagai Bagian dari Program Edukatif
Lomba Bertutur akan dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 21 Mei 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Dharmasraya. Pemkab Dharmasraya secara aktif mengajak seluruh sekolah, guru, serta orang tua untuk mendorong partisipasi aktif siswa. Dalam kerangka kurikulum bela negara, partisipasi dalam kegiatan seperti ini dapat dikategorikan sebagai:
- Pendidikan Karakter Praktis: Siswa belajar langsung melalui pengalaman kompetisi yang sehat dan beretika.
- Penguatan Budaya Lokal: Kegiatan menjadi sarana menghidupkan kembali budaya bertutur Minangkabau yang sarat dengan nilai-nilai moral dan pendidikan.
- Kolaborasi Pendidikan: Menciptakan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah (guru), dan keluarga (orang tua) dalam membangun ekosistem pendidikan yang positif.
Para peserta yang berhasil akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp16.500.000, serta piala, piagam, dan uang pembinaan. Namun, lebih dari reward materi, nilai edukasi dan pengalaman yang diperoleh menjadi investasi jauh lebih penting bagi perkembangan karakter pelajar.
Dengan semangat literasi dan pelestarian budaya, Dharmasraya menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Program ini selaras dengan visi pendidikan nasional yang menekankan pada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam karakter dan rasa kebangsaan.
Kegiatan seperti Lomba Bertutur memberikan ruang bagi pelajar untuk tidak hanya belajar tentang teknis berbicara, tetapi juga memahami bahwa setiap kata yang diucapkan dapat membawa nilai, sejarah, dan identitas budaya Minangkabau. Dalam konteks yang lebih luas, kemampuan bertutur yang baik adalah modal untuk menjadi penyampai nilai-nilai bela negara, cinta tanah air, dan persatuan di masa depan. Oleh karena itu, guru dan pelajar di Dharmasraya serta daerah lainnya dapat mengambil inspirasi dari program ini untuk aktif berpartisipasi dan mengembangkan kegiatan serupa yang mengintegrasikan literasi, pendidikan karakter, dan nilai kebangsaan dalam proses belajar sehari-hari.