Beranda / Bela Negara / Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sosialisasi Bela Negara dan Bh...
Bela Negara

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sosialisasi Bela Negara dan Bhinneka Tunggal Ika, Bekali Generasi Muda Nilai Pancasila dan Nasionalisme

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sosialisasi Bela Negara dan Bhinneka Tunggal Ika, Bekali Generasi Muda Nilai Pancasila dan Nasionalisme

Kabupaten Tanah Bumbu menyelenggarakan sosialisasi bela negara dan Bhinneka Tunggal Ika untuk pelajar, fokus pada tantangan digital seperti hoaks dan ujaran kebencian. Program ini merupakan adaptasi kurikulum bela negara untuk membangun ketahanan nasional sejak usia sekolah, melatih siswa menjadi warga negara digital yang bijak dan agen persatuan.

Dalam upaya membangun generasi muda yang memahami hak dan kewajiban bela negara dalam konteks modern, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, melaksanakan sosialisasi bertemakan Bela Negara, Karakter Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan di Era Digitalisasi. Program ini menyasar pelajar dari MTs dan MA Nurul Wathan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan karakter dan ketahanan nasional. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman mendalam tentang bagaimana menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dan NKRI dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital.

Bela Negara di Era Digital: Tantangan dan Kewajiban Generasi Muda

Narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) kabupaten menyampaikan materi yang relevan dengan konteks pembelajaran kurikulum bela negara saat ini. Fokusnya adalah pada tantangan di era digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelajar, seperti:

  • Hoaks dan disinformasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.
  • Ujaran kebencian dan cyberbullying yang merusak harmoni sosial.
  • Polarisasi di media sosial yang mengikis semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Pembelajaran ini mengarahkan siswa untuk menjadi warga negara digital yang bijak dan bertanggung jawab. Sosialisasi ini merupakan bentuk adaptasi kurikulum bela negara untuk menjawab perkembangan zaman, dengan menyadarkan bahwa menjaga NKRI dan persatuan nasional kini juga termasuk menjaga ruang digital dari ancaman-ancaman tersebut.

Strategi Edukatif Membangun Ketahanan Nasional dari Tingkat Sekolah

Kegiatan ini adalah bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah dalam membangun ketahanan nasional mulai dari tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pendekatan edukatif yang digunakan melatih siswa untuk:

  • Kritis terhadap informasi yang diterima, khususnya di media sosial.
  • Aktif membangun narasi positif dan mendorong dialog sehat di ruang publik, baik fisik maupun digital.
  • Menjadi agen perdamaian dan persatuan dalam komunitasnya, menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam interaksi sehari-hari.

Dengan membekali generasi muda pemahaman yang benar tentang hak dan kewajiban bela negara, mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga kontributor aktif dalam menjaga keutuhan bangsa. Hal ini sejalan dengan tujuan kurikulum pendidikan karakter yang menekankan pada kompetensi sosial dan civic responsibility.

Program sosialisasi seperti ini memberikan ruang bagi pelajar untuk memahami bahwa bela negara tidak hanya terkait dengan pertahanan fisik, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai kebangsaan, menghargai keberagaman, dan aktif berkontribusi dalam masyarakat yang damai. Guru dan tenaga kependidikan dapat menjadikan materi dari kegiatan ini sebagai bahan pengayaan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, atau bahkan dalam diskusi kelas tentang etika digital. Mari bersama-sama mengaktualisasikan kurikulum bela negara ini, mendorong siswa untuk menjadi generasi muda yang kritis, bijak, dan selalu menjunjung tinggi persatuan Indonesia.