Beranda / Nasional / Peringatan Hari Kesaktian Pancasila: Ribuan Pelajar Iku...
Nasional

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila: Ribuan Pelajar Ikuti Upacara dan Diskusi Kebangsaan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila: Ribuan Pelajar Ikuti Upacara dan Diskusi Kebangsaan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monas pada 4 Oktober 2026 diikuti ribuan pelajar dari Jakarta Pusat, dilengkapi diskusi kebangsaan yang membahas implementasi Pancasila dalam bela negara. Acara ini menekankan pentingnya literasi informasi, toleransi, dan partisipasi aktif siswa sebagai agen ketahanan nasional. Melalui deklarasi damai dan komitmen bersama, kegiatan ini menjadi contoh penguatan karakter kebangsaan yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain.

Pada 4 Oktober 2026, ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Jakarta Pusat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian dari program penguatan karakter kebangsaan yang terintegrasi dalam Kurikulum Bela Negara. Para siswa SD, SMP, dan SMA yang hadir didampingi oleh guru pendamping, menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami makna Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa.

Nilai Pancasila dalam Bela Negara: Pelajaran dari Upacara dan Diskusi Kebangsaan

Setelah upacara, digelar diskusi kebangsaan bertema "Pancasila sebagai Landasan Bela Negara bagi Generasi Muda". Diskusi ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, perwira TNI, dan budayawan yang membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari siswa. Beberapa poin penting yang mengemuka dalam diskusi meliputi:

  • Pentingnya memahami sila-sila Pancasila sebagai filter dalam menghadapi arus informasi, terutama berita hoaks yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
  • Peran aktif pelajar sebagai agen bela negara melalui aksi nyata seperti menjaga toleransi, menaati aturan, dan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
  • Strategi membangun kesadaran bela negara sejak dini melalui pembelajaran tematik di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis kebangsaan.

Para peserta sangat aktif bertanya, terutama terkait cara mengidentifikasi dan melawan hoaks yang marak di media sosial. Narasumber dari TNI memberikan contoh konkret bagaimana nilai gotong royong dan musyawarah dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah untuk memperkuat ketahanan nasional.

Deklarasi Damai dan Komitmen NKRI: Langkah Nyata Pelajar

Acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini ditutup dengan deklarasi damai dan penandatanganan spanduk komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Spanduk tersebut berisi butir-butir Pancasila yang ditandatangani oleh perwakilan pelajar dan guru sebagai simbol kesediaan mereka untuk mengamalkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di daerah lain. Hal ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat karakter kebangsaan generasi muda yang tangguh, cerdas, dan cinta tanah air.

Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa bela negara tidak harus dalam bentuk fisik, melainkan dapat dimulai dari hal sederhana seperti berpikir kritis terhadap informasi, menghormati perbedaan, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebangsaan. Mari jadikan setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam hati dan tindakan kita sehari-hari.

Organisasi TNI, Kemendikbudristek, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)