Dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional yang jatuh pada 14 Agustus, Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Riau (Unri) menggelar latihan gabungan bersama berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) pada 30 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kampus Unri ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari kurikulum bela negara di perguruan tinggi. Melalui latihan ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk memperingati semangati kepramukaan, tetapi juga dibekali dengan keterampilan dasar yang relevan dengan program bela negara, seperti peraturan baris-berbaris (PBB), pemahaman ideologi Pancasila, simulasi penanganan situasi darurat, serta pengenalan alutsista sederhana. Langkah ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.
Membangun Kader Bela Negara Melalui Pendidikan Kedisiplinan dan Wawasan Kebangsaan
Latihan gabungan yang diikuti oleh 200 mahasiswa dari berbagai fakultas ini dirancang secara sistematis untuk menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini. Komandan Menwa Unri menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam memperkuat ketahanan nasional. Materi yang diberikan meliputi:
- Peraturan Baris-Berbaris (PBB) – untuk meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, dan kepemimpinan.
- Pengetahuan Ideologi Pancasila – sebagai landasan dalam membangun karakter kebangsaan dan kesadaran berbangsa.
- Simulasi Penanganan Situasi Darurat – melatih kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana atau kondisi kritis.
- Pengenalan Alutsista Sederhana – memberikan pemahaman dasar tentang alat pertahanan dan keamanan negara.
Setiap materi dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai aspek fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan wawasan yang luas tentang pentingnya bela negara. Hal ini sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum bela negara, yaitu membentuk kader yang siap siaga dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Manfaat Latihan Gabungan bagi Pengembangan Karakter dan Kesiapsiagaan Mahasiswa
Partisipasi dalam kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, baik secara individu maupun kolektif. Secara individu, mahasiswa mendapatkan keterampilan fisik yang berguna dalam situasi darurat, serta mental yang lebih disiplin, tangguh, dan tidak mudah menyerah. Secara kolektif, latihan ini memperkuat rasa solidaritas dan kerja sama antarmahasiswa dari berbagai latar belakang fakultas. Dukungan penuh dari pihak kampus dan TNI setempat memastikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan sesuai standar. Dengan demikian, resimen mahasiswa dan UKM lain dapat menjadi motor penggerak dalam program bela negara di lingkungan kampus.
Bagi para guru dan pelajar, kegiatan seperti ini menjadi contoh konkret bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui angkat senjata, tetapi juga melalui pendidikan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Mari kita jadikan momentum peringatan Hari Pramuka ini sebagai titik awal untuk lebih aktif terlibat dalam program bela negara di sekolah dan kampus masing-masing. Dengan semangat gotong royong dan cinta tanah air, kita bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dari akar rumput.