Beranda / Guru & Pelajar / Perkuat Kurikulum Muatan Lokal, 4.000 Sekolah di Jawa T...
Guru & Pelajar

Perkuat Kurikulum Muatan Lokal, 4.000 Sekolah di Jawa Timur Ikuti Pelatihan Fasilitator Bela Negara

Perkuat Kurikulum Muatan Lokal, 4.000 Sekolah di Jawa Timur Ikuti Pelatihan Fasilitator Bela Negara

Pemerintah Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kodam V Brawijaya melatih 4.000 sekolah di Jawa Timur sebagai fasilitator bela negara untuk menerapkan muatan lokal Kejuangan. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan melalui sejarah, kepahlawanan lokal, dan keterampilan dasar kemasyarakatan, serta akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Dengan pelatihan berjenjang dan metode pembelajaran inovatif, diharapkan siswa semakin mencintai tanah air melalui pengalaman konkret dan dekat dengan budaya daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan bersama Kodam V Brawijaya mengambil langkah strategis dalam memperkuat kurikulum berbasis bela negara. Sebanyak 4.000 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur siap mengikuti pelatihan fasilitator bela negara yang digelar sejak 29 Agustus 2026 di 17 kabupaten/kota. Pelatihan ini menjadi langkah awal penerapan muatan lokal Kejuangan dalam kurikulum sekolah, yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui sejarah dan kearifan lokal.

Mengintegrasikan Nilai Bela Negara dalam Kurikulum Muatan Lokal

Program muatan lokal Kejuangan tidak hanya sekadar menambah jam pelajaran, melainkan sebuah upaya sistematis untuk membentuk karakter generasi muda. Dalam kurikulum ini, peserta didik akan mempelajari tiga komponen utama:

  • Sejarah perjuangan Arek-Arek Suroboyo, yang mengajarkan semangat pantang menyerah dan cinta tanah air.
  • Nilai kepahlawanan lokal, seperti keberanian, gotong royong, dan rela berkorban.
  • Keterampilan dasar kemasyarakatan, termasuk Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan kepemimpinan, yang membentuk disiplin dan tanggung jawab.

Integrasi nilai bela negara dilakukan melalui pembiasaan budaya sekolah, seperti apel pagi dengan pembacaan Pancasila dan menyanyikan lagu nasional. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan Berjenjang dan Metode Pembelajaran Inovatif

Untuk memastikan kualitas implementasi, Dinas Pendidikan menerapkan model pelatihan fasilitator secara berjenjang. Tahap pertama, TNI AD melatih pelatih inti dari kalangan guru dan kepala sekolah. Selanjutnya, para pelatih inti ini melatih fasilitator di tingkat sekolah masing-masing. Materi pelatihan mencakup:

  • Metodologi pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) yang interaktif dan kontekstual.
  • Penyusunan modul ajar berbasis kearifan lokal yang sesuai dengan kondisi daerah.
  • Teknik penilaian observasi perilaku untuk mengukur dampak bela negara pada sikap siswa.

Program ini akan dimulai secara serentak pada tahun ajaran 2026/2027 dengan alokasi dua jam pelajaran per minggu. Dinas Pendidikan juga menyiapkan sistem monitoring berbasis digital, sehingga kepala sekolah dapat memantau keterlaksanaan pembelajaran di kelas dan memberikan umpan balik perbaikan secara periodik. Bagi pelajar, muatan lokal ini diharapkan mempertebal rasa memiliki terhadap budaya dan sejarah daerahnya sendiri, menumbuhkan kecintaan pada tanah air dari hal yang konkret dan dekat dengan keseharian mereka.

Sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, mari kita sambut program bela negara di Sekolah Jawa Timur ini dengan antusias. Bagi guru, jadikanlah pelatihan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan metode pengajaran yang kreatif dan relevan. Bagi pelajar, ikutilah setiap aktivitas dengan penuh semangat, karena melalui kurikulum ini kalian tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga membentuk jati diri sebagai anak bangsa yang cinta tanah air. Dengan partisipasi aktif kita semua, nilai-nilai bela negara akan terus hidup dan menguat dalam setiap generasi.

Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan, Kodam V Brawijaya, TNI AD